“Zona Hijau” Sekolah NU

0
288
Rosidi, jurnalis Suaranahdliyin.com

Merah. Kuning. Hijau. Itu bukanlah warna – warna yang kini kian populer, di tengah persiapan pelaksanaan Pilkada di berbagai daerah di tanah air.

Namun, itu juga terkait “nasib” sekolah – sekolah (madrasah), yang menentukan dibolehkan atau tidaknya sebuah lembaga pendidikan melangsungkan pembelajaran secara tatap muka, setelah sekian bulan pembelajaran harus dilakukan dengan jarak jauh (PJJ) atau daring.

Lembaga pendidikan yang berada di zona kuning, apalagi merah, maka belum diperkenankan menggelar pembelajaran tatap muka. Hanya di wilayah zona hijau, lembaga pendidikan boleh melangsungkan pembelajaran tatap muka.

Sampai kapan zona kuning atau merah berlalu? Kapan zona menjadi hijau, sehingga sekolah/ madrasah bisa melangsungkan pembelajaran tatap muka?

Pertanyaan – pertanyaan seperti itu, selalu mengemuka, sebagai penanda betapa peserta didik sudah sangat rindu untuk kembali ke bangku sekolah: belajar.

Orang tua peserta didik, tak kalah kangen, ingin melihat putera/ puterinya kembali mengenakan seragam sekolahnya, dan belajar serta bermain kembali bersama teman – temannya. Demikian juga, para guru sudah lama memendam rindu, bertemu para muridnya.

Di tengah harapan dan doa yang senantiasa dilangitkan oleh semua kalangan agar Covid – 19 segera rampung, ada sebuah candaan dari seorang pendidik (guru) di salah satu lembaga yang berada di bawah naungan LP Ma’arif di Kabupaten Kudus.

“Harusnya, sekolah/ madrasah – madrasah NU yang berada di bawah naungan LP Ma’arif, sudah bisa melangsungkan pembelajaran tatap muka, ya, Mas?” katanya, kelihatan serius.

“Lho, bukannya saat ini belum zona hijau?”

“Sekolah-sekolah NU, khan, ‘zonanya’ hijau? Gedungnya saja catnya warna hijau. Seragamnyanya juga hijau,” katanya kemudian sembari tersenyum.

Namun di balik senyum dan candaannya itu, sebenarnya ia sedang menyampaikan harapan, agar situasi segera membaik dan anak – anak bisa kembali ke sekolah.

“Tidak hanya peserta didik dan guru yang bahagia jika sekolah bisa segera masuk kembali, orang tua juga sangat senang,” katanya. (rosidi/ adb)

Comments