UINUK

0
273

Oleh: Rosidi

Perkembangan pendidikan tinggi di berbagai daerah, semakin menggembirakan. Tak terkecuali di Kabupaten Kudus. Untuk ukuran kota kecil, bahkan bisa dibilang perkembangan pendidikan tinggi di Kota Kretek ini maju pesat.

Betapa tidak. Salah satu kota terkecil di Jawa Tengah ini, memiliki IAIN Kudus, Universitas Muria Kudus (UMK), STIKES Cendekia Utama, Akademi Kebidanan (Akbid) Muslimat NU Kudus, Ma’had Aly Ilmu Falak TBS Kudus, dan STIKES Muhammadiyah Kudus yang kini telah menjadi universitas (Universitas Muhammadiyah Kudus).

Beragam perguruan tinggi tersebut, tentunya sangat menggembirakan, bagi publik Kudus dan sekitarnya. Namun tentunya, sebagai warga NU, ada harapan bahwa ke depan, NU di Kota Kretek ini juga memiliki sebuah universitas, paling tidak sekolah tinggi.

Berkaca pada beberapa daerah, perguruan tinggi NU berkembang sangat bagus. UNISNU Jepara, STAIN Temanggung, UNU Surakarta, IAINU Kebumen, dan masih banyak lagi yang lainnya.

Dalam bahasa guyonan Saya kepada beberapa tokoh di Kudus, mestinya NU di sini tidak cuma punya INUK -yakni program untuk pemberdayaan NU melalui infak melalui Kaleng INUK. Tetapi mestinya NU Kudus juga memiliki UINUK.

Apa itu UINUK? UINUK –dalam bahasa guyonan Saya- adalah Universitas Islam Nahdlatul Ulama Kudus. Jika ke depan NU Kudus bisa merealisasikan memiliki UINUK atau perguruan tinggi dengan nama lain yang disepakati para tokohnya, tentu kemajuan keilmuan di Kudus akan semakin semarak.

Apakah UINUK ini bisa direalisasikan di masa-masa mendatang?

Tidak ada yang tidak mungkin, Saya kira. Terlebih jika menilik ‘’personel’’ atau punggawa NU Kudus, banyak tokoh-tokoh, baik ulama, intelektual (dosen/ akademisi), dan juga para pengusaha.

Artinya, jika ide sudah ada, banyak tokoh-tokoh di struktural yang memiliki pengalaman -sehingga tentu saja bisa mengelola dan mengembangkan- sebuah perguruan tinggi, maka mendirikan UINUK bukanlah persoalan sulit.

Apalagi ditopang dengan banyaknya para pengusaha di tubuh NU, yang tentu saja akan tertarik untuk ‘’investasi intelektual’’ sebagai manifestasi ‘’investasi akhirat’’ dengan mengambil peran untuk mewujudkannya.

Akhir kata, sebagai orang ‘awam, Saya melihat bahwa NU Kudus ke depan memang harus memiliki universitas. Dan jika tidak salah, keinginan mendirikan itu juga pernah ‘’dilontarkan’’ ke publik Nahdliyin Kudus. Salah satu penandanya, pernah ada banner di kompleks Kantor PCNU dengan potret gedung –jika Saya tak salah ingat- bertuliskan Universitas Nahdlatul Ulama Kudus.

Semoga tak lama lagi, NU Kudus ‘’bisa mengakhiri’’ mimpi memiliki sebuah universitas. Kita tunggu saja. Semoga. (*)

Rosidi,

Penulis adalah warga Kudus dan bergiat di Gubug Literasi Tansaro.

Comments