Tanda Cinta, Puluhan Yatama Bebas Belanja di Minimarket

0
388
Puluhan Yatama Bersama pengurus Yayasan Al-Kamal dan tim BK Project usai belanja di minimarket

KUDUS, Suaranahdliyin.com – Raut bahagia tampak menghiasi wajah puluhan anak-anak yatim di Desa Jepang. Pasalnya, mereka baru saja mendapatkan kesempatan belanja sepuasnya di minimarket depan Balai Desa Jepang, Ahad (25/08/19).

Demikian itu merupakan salah satu rangkaian dari acara “Tanda Cinta BK Project bersama Yayasan Al-Kamal”. Acara ini diikuti sebanyak 83 yatim beserta ibunya masing-masing. Acara dimulai sekitar pukul 14.00 WIB dan selesai pada pukul 16.30 WIB. Acara dimulai dengan long march dari aula ke minimarket untuk belanja. Usai itu mereka kembali lagi ke aula untuk melaksanakan doa bersama.

Ketua panitia, Budi Susiono, mengatakan demikian itu bertujuan untuk memberi kebahagiaan dam kesan tersendiri kepada yatama. Menurutnya, keinginan untuk berbelanja di minimarket itu pasti dimiliki oleh anak-anak yatim, tetapi banyak dari mereka yang tidak mampu.

“Pengalaman kami itu waktu kecil selalu ingin sekali membeli sesuatu di minimarket, tetapi tidak bisa karena merasa tidak mampu. Maka dari itu, sekarang mereka kami bebaskan boleh berbelanja apa saja,” katanya.

Suasana keakraban dalam acara Tanda Cinta BK Project bersama Yayasan Al-Kamal

Sementara itu, Ketua Yayasan Al-Kamal, M. Subarkah menyampaikan terima kasih kepada BK Project atas kerja samanya dalam menyelenggarakan kegiatan ini. Selain itu, ia berharap kerja sama ini akan terus terjalin baik sehingga bisa melangkah bersama dalam mendidik dan mengasuh anak-anak yatim se-Desa Jepang.

“Semoga dengan berkegiatan seperti ini kita semua diridhai Allah SWT dan menjadikan hidup kita semakin berkah dan mulia,” harapnya.

Yayasan Al-Kamal sendiri merupakan sebuah lembaga sosial milik NU ranting Jepang. Sampai sekarang lembaga ini mengurusi ratusan yatim dan pelajar mulai dari tingkatan PAUD hingga MA/SMA/Sederajat. Mereka menanggung seluruh biaya pendidikan dan hidup anak-anak yatim tersebut hingga tamat wajib belajar 12 tahun. (rid, gie/adb)

Comments