
PATI,Suaranahdliyin.com – Teater Minatani Pati bakal mempersembahkan pementasan dengan judul “MARTIR”. Pementasan ini menjadi bagian dari tur Teater Minatani, sekaligus menandai produksi ke-17 sejak komunitas teater ini berdiri.
Pertunjukan ini bakal digelar di dua lokasi berbeda. Pertama di Auditorium Universitas Muria Kudus (UMK) pada Rabu (3/12/24025) mendatang. Pementasan ini bekerja sama dengan Teater Tigakoma UMK, Teater Satoesh UIN Kudus dan Keluarga Segitiga Teater.
Sementara pentas ke dua akan dilangsungkan di Auditorium Kampus 1 UIN Walisongo Semarang, pada Rabu (17/12/2025). Pada pementasan ini Teater Minatani bekerja sama dengan Teater Wadas UIN Walisongo Semarang.
Pimpro “MARTIR”, Arif Khilwa mengatakan, pementasan tersebut nantinya akan menyajikan sesuatu yang tak biasa dan berbeda dari pementasan pada umumnya.
“Akan ada kolaborasi seniman rupa, penyair, musisi, dan fotografer dalam satu paket pertunjukan yang unik,” ujar dia.
Penonton yang datang dengan banyak beban referensi dan ego disebut Arif mungkin akan kesulitan menikmati sajian ini.
“Biasanya penonton datang dengan imajinasi dan ekspektasi masing-masing. Mereka menuntut panggung menampilkan apa yang sudah mereka pikirkan sebelumnya. Begitu ada yang tidak sesuai, ya sudah, kekecewaan pun muncul,” ucap dia.
Tapi bagi mereka yang siap menerima apa pun yang hadir di panggung, lanjutnya, pertunjukan ini bisa memberikan pengalaman segar.
“Pentas ini mungkin tidak sekadar hiburan, tapi kesempatan memantik diskusi dan membuka perspektif baru,” ujar Arif.
Sementara itu, Yudi Dodok, Sutradara “MARTIR” menyebut pementasan yang akan tersaji merupakan pembacaan atas kekuasaan, relasinya dengan perjuangan, perlawanan, kemerdekaan, dan kemandirian.
“Sebuah puitika rakyat tertindas, duka masyarakat kelas bawah. Mengangkat kearifan lokal dan kekuatan perempuan melalui re-interpretasi sejarah,” ujar dia.
Selain itu, penggabungan legenda dan isu-isu hari ini yang relevan dengan kondisi masyarakat juga akan menjadi poin menarik pada pementasan.
“Pementasan MARTIR nantinya akan mengajak semuanya untuk membaca lagi sejarah untuk harapan masa depan,” pungkas dia.(Angga/adb)









































