
KUDUS, Suaramahdliyin.com – Dalam rangka menyongsong Tahun Baru Islam 1448 Hijriah, Pimpinan Ranting (PR) Fatayat NU Desa Piji, Kecamatan Dawe, Kabupaten Kudus, menggelar kegiatan ziarah ke makam para waliyullah. Kegiatan rutin tahunan tersebut diikuti sekitar 40 anggota Fatayat NU Desa Piji, belum lama ini.
Kegiatan diawali dengan doa bersama, kemudian dilanjutkan dengan ziarah ke sejumlah makam wali, yakni makam Sunan Muria, Sunan Kudus, Sunan Kalijaga, serta Mbah Syech Ngabdullah di Selomanik, Kabupaten Wonosobo.
Ketua PR Fatayat NU Desa Piji, Khotimah, mengatakan bahwa kegiatan ziarah memiliki dua tujuan utama, yaitu spiritual dan kultural.
Menurutnya, secara spiritual ziarah menjadi momentum untuk memohon keberkahan, meneladani kealiman dan ketakwaan para aulia serta waliyullah, sekaligus mengingatkan diri akan hakikat kehidupan dan kematian.
“Ziarah menjadi sarana untuk mendekatkan diri kepada Allah SWT melalui doa, sekaligus mengambil teladan dari perjuangan dan ketakwaan para wali dalam menyebarkan ajaran Islam,” ujarnya.
Selain itu, lanjut Khotimah, kegiatan tersebut juga memiliki nilai kultural yang penting dalam menjaga tradisi masyarakat Jawa, khususnya warga Nahdliyin, untuk mendoakan para leluhur dan pendahulu.
“Tradisi nyekar merupakan bagian dari khazanah Islam Nusantara yang mencerminkan penghormatan kepada para pendahulu, sekaligus menjadi sarana mempererat ukhuwah serta menjaga keberlanjutan nilai-nilai keagamaan di tengah masyarakat,” jelasnya.
Khotimah berharap kegiatan ziarah ke makam para aulia dapat terus dilaksanakan secara istiqamah setiap tahun sebagai bagian dari upaya memperkuat spiritualitas dan kebersamaan anggota Fatayat NU.
“Selain melestarikan tradisi, kegiatan ziarah ke makam para aulia juga menjadi sarana untuk mendoakan para wali dan orang tua yang telah mendahului. Dengan demikian, kami berharap dapat memperoleh keberkahan sekaligus meneladani perjuangan mereka dalam menegakkan ajaran Islam,”ujarnya.(naimah, zul/adb)










































