Pelatihan Jurnalistik Fatayat NU Dawe, Dorong Perempuan Berdaya dalam Narasi dan Publikasi

0
51
Pemimpin umum suaranahdliyin.com M. Qomarul Adib mengisi pelatihan jurnalistik PAC Fatayat NU kecamatan Dawe Kudus, kemarin

KUDUS,Suaranahdliyin.com – Pimpinan Anak Cabang (PAC) Fatayat NU Kecamatan Dawe menggelar kegiatan Pelatihan Jurnalistik pada Sabtu (25/4/2026) di Aula Gedung MWC NU Kecamatan Dawe. Kegiatan ini merupakan bagian dari rangkaian peringatan Hari Lahir (Harlah) Fatayat NU ke-76 yang diperingati pada 24 April 2026, dengan mengusung tema besar “Fatayat Berdaya, Berdampak, dan Mendunia.”

Acara ini diikuti oleh perwakilan anggota Fatayat dari berbagai Pimpinan Ranting (PR), masing-masing mendelegasikan dua orang peserta. Kegiatan berlangsung dengan susunan acara meliputi pembukaan, tahlil, sambutan, penyampaian materi, hingga penutup.

Dalam sambutannya, ketua PAC Fatayat NU Kecamatan Dawe, Yuliana Kurniawati menyampaikan bahwa kegiatan pelatihan jurnalistik ini menjadi bagian penting dalam rangka memeriahkan Harlah Fatayat NU ke-76. Ia menekankan pentingnya kemampuan menulis bagi kader Fatayat sebagai bentuk kontribusi nyata dalam menyebarkan informasi yang positif dan edukatif.

“Diharapkan anggota Fatayat mampu lebih aktif dalam menulis dan mengolah informasi, serta mampu melawan berita negatif. Dengan begitu, Fatayat dapat menghadirkan narasi yang menginspirasi dan mengedukasi masyarakat,” ujarnya.

Kegiatan yang dipandu oleh moderator Nur Azizah yang mengarahkan jalannya diskusi dan sesi materi dengan interaktif. Sebagai narasumber, M. Qomarul Adib, Pimpinan Umum suaranahdliyin.com, menyampaikan pentingnya menulis dalam perspektif keislaman dan keorganisasian. Ia menjelaskan bahwa urgensi menulis tidak hanya sebagai keterampilan, tetapi juga sebagai bentuk pengamalan ajaran agama.

“Menulis adalah bagian dari menjalankan perintah Allah sebagaimana termaktub dalam Al-Qur’an surat Al-‘Alaq.”ujarnya.

“Selain itu, kita juga perlu meneladani para ulama NU yang menegaskan bahwa perjuangan NU harus ditampilkan ke publik,”sambung mantan pengurus Lembaga Ta’lif wan Nasyr Nahdlatul Ulama (LTNNU) Jawa Tengah.

Lebih lanjut, ia memaparkan berbagai tujuan penulisan berita bagi kader Fatayat NU. Di antaranya sebagai bentuk khidmah kepada NU, sarana syiar dakwah organisasi, dokumentasi kegiatan, serta upaya branding organisasi dan pendidikan NU.

“Selain itu, penulisan berita juga berperan penting dalam mencegah penyebaran hoaks serta sebagai bentuk pelaporan kegiatan kepada publik, khususnya warga Nahdliyin.”imbuh Qomar.

Kader Fatayat Dawe antusias mengikuti pelatihan jurnalistik di gedung NU Dawe

Kesan Peserta

Salah satu peserta pelatihan jurnalistik, Firdaus Hilda Ramadhani, yang kerap disapa Hilda dari Ranting Fatayat NU Rejosari, mengungkapkan bahwa keikutsertaannya dalam kegiatan ini didorong oleh pengalaman masa lalu di dunia jurnalistik. Ia mengaku ingin kembali bernostalgia sekaligus menambah wawasan dan memperluas relasi melalui pelatihan tersebut.

Menurut Hilda, materi yang disampaikan oleh narasumber sudah cukup jelas dan detail, terutama terkait kaidah-kaidah penulisan berita. Namun, ia menilai bahwa keterbatasan waktu membuat sesi praktik menulis belum dapat berjalan secara maksimal.

Meski demikian, ia justru merasa bagian yang paling berkesan adalah motivasi yang disampaikan narasumber. Baginya, pernyataan bahwa menulis merupakan salah satu bentuk khidmah atau pengabdian menjadi hal yang sangat menggugah semangat.

Lebih lanjut, Hilda mengaku memperoleh dorongan baru untuk kembali aktif menulis. Ia menilai kemampuan menulis sangat penting bagi kader Fatayat, karena dapat menjadi sarana menyebarkan informasi organisasi sekaligus menunjukkan bahwa Fatayat tidak hanya bergerak di bidang keagamaan, tetapi juga memiliki kapasitas intelektual melalui karya tulis.

Ia juga menekankan bahwa jurnalistik memiliki peran penting dalam melawan hoaks. Menurutnya, penerapan kaidah jurnalistik yang benar akan melahirkan informasi yang jujur dan edukatif bagi masyarakat.

Setelah mengikuti pelatihan ini, Hilda merasa semangatnya untuk menulis kembali tumbuh. Ia berkomitmen untuk mulai menerapkan ilmu yang didapat dalam kehidupan sehari-hari, salah satunya dengan lebih selektif dalam menyebarkan informasi dan memastikan kebenaran berita yang dibagikan.

Sebagai penutup, ia berharap ke depan akan ada tindak lanjut yang lebih serius dari kegiatan pelatihan ini. Menurutnya, proses kaderisasi jurnalis Fatayat yang unggul membutuhkan pembinaan berkelanjutan, karena kemampuan jurnalistik hanya dapat berkembang secara optimal jika terus diasah.

Pelatihan ini juga dilengkapi dengan sesi praktik jurnalistik, di mana peserta diharapkan mampu meliput kegiatan pelatihan secara langsung. Oleh karena itu, peserta diminta membawa laptop atau alat tulis sebagai sarana pendukung.

Melalui kegiatan ini, PAC Fatayat NU Dawe berharap dapat melahirkan kader-kader perempuan yang tidak hanya aktif dalam organisasi, tetapi juga mampu berkontribusi dalam dunia literasi dan media, sehingga mampu membawa Fatayat NU semakin berdaya, berdampak, dan mendunia. (Khadijah Muflihatus Syafiqah – Peserta pelatihan Jurnalistik Fatayat NU kecamatan Dawe dari Rejosari/ros)

Comments