Tingkatkan Mutu Vokasi, LSP P2 Ma’arif NU Jateng Kini Miliki 190 Asesor dan 64 TUK Terverifikasi

0
23
Rakor LSP P2 LP Ma’arif NU Jawa Tengah di Bandungan kabupaten Semarang

SEMARANG,Suaranahdliyin.com – LSP P2 Ma’arif NU Jawa Tengah terus berkomitmen terhadap peningkatan kualitas sumber daya manusia di lingkungan pendidikan Ma’arif NU Jawa Tengah. Melalui proses sertifikasi kompetensi yang terukur, objektif, dan berorientasi pada kebutuhan dunia kerja, LSP P2 Ma’arif NU Jawa Tengah terus mengambil peran strategis dalam memastikan lulusan Ma’arif NU memiliki pengetahuan akademik, profesional, keterampilan praktis, karakter, dan etos kerja yang dibutuhkan oleh dunia usaha dan dunia industri.

LSP P2 Ma’arif NU Jawa Tengah telah mencatat hasil yang luar biasa melalui sinergi dan kolaborasi berbagai pihak, peran aktif asesor kompetensi, satuan pendidikan, dunia usaha dan dunia industri, hingga seluruh pemangku kepentingan yang memiliki kepedulian terhadap masa depan generasi muda NU.

Disampaikan dalam rapat koordinasi dan laporan akhir tahun periode kepengurusan 2024–2026 Sabtu (1/8/2026) bertempat di Bandungan kabupaten Semarang, Direktur LSP P2 Ma’arif NU Jawa Tengah, Sunardi ST, menyampaikan capaian kinerja LSP P2 Ma’arif Jateng. Dalam kesempatan tersebut Sunardi merilis capaian, “Sejak LSP berdiri kita telah berhasil melakukan asesi sebanyak 29.309 peserta didik Ma’arif, ada 190 asesor yang kita miliki dan 64 TUK yang terverifikasi,” demikian disampaikan Sunardi.

Ketua LP Ma’arif NU Jawa Tengah, Fakhruddin Karmani, menyampaikan bahwa ke depan, tantangan yang dihadapi semakin kompleks menuntut LSP P2 Ma’arif NU Jawa Tengah untuk terus melakukan inovasi dan menjaga kualitas proses sertifikasi. Sertifikasi tidak boleh berhenti pada pemberian pengakuan kompetensi, tetapi harus menjadi pintu masuk bagi lulusan untuk memperoleh akses yang lebih luas terhadap peluang kerja, kewirausahaan, pengembangan karier, dan peningkatan daya saing global.

“Gagasan berikutnya adalah membangun ekosistem kompetensi Kader Lulusan Ma’arif NU yang terintegrasi dan berkelanjutan. Ekosistem penguatan link and match antara satuan pendidikan Ma’arif NU dengan dunia usaha dan dunia industri, pemutakhiran skema sertifikasi sesuai kebutuhan pasar kerja, peningkatan kapasitas asesor dan pengelola LSP, penguatan tracer study lulusan, serta pengembangan career center yang mampu menghubungkan lulusan tersertifikasi dengan peluang kerja dan dunia industri,” ujar Fakhruddin.

Lebih lanjut Fakhruddin berharap LSP P2 Ma’arif NU Jawa Tengah tidak hanya menjadi lembaga sertifikasi kompetensi, tetapi berkembang menjadi Pusat Penguatan Mutu dan Daya Saing Kader NU. Membayangkan bahwa Indonesia Emas akan diisi Kader NU yang tampil kompeten, profesional, berkarakter, adaptif terhadap perubahan, memiliki integritas, mampu bersaing di tingkat nasional maupun global, dan karakter Aswaja sebagai bagian integral dari pengembangan kompetensi.

“Ke depan, ikhtiar besar ini harus terus dijaga melalui prinsip: Kompetensinya diakui, Karakter nya teruji, Keterampilannya relevan, dan Lulusannya siap berkompetisi,” imbuhnya. (rls/adb)

Comments