Tim PPK Ormawa SGL PGSD UNNES Hadirkan Program NGREMBAKA AKSARA

0
25
Pojok Literasi Tunas Ngrembaka yang dikembangkan Tim PPK Ormawa SGL PGSD UNNES

SEMARANG, Suaranahdliyin.com – Mantap! Tim Pelaksana Program Penguatan Kapasitas Organisasi Kemahasiswaan (PPK Ormawa) SGL PGSD Universitas Negeri Semarang (UNNES) kembali menghadirkan pembelajaran kreatif bagi anak-anak Kelurahan Podorejo melalui “Pojok Literasi Tunas Ngrembaka”.

Acara yang dilangsungkan pada Ahad (2/8/2026) di Rumah Ilmu Palir, Kelurahan Podorejo, Kecamatan Ngaliyan, Kota Semarang itu mengusung tajuk “Literasi Kreativitas: Keterampilan Membuat Gantungan Kunci dari Tutup Botol Bekas dan Kawat Bulu”.

Ada sebanyak 38 anak dari jenjang Taman Kanak-kanak (TK) dan Sekolah Dasar (SD) mengikuti kegiatan dengan penuh antusias.

Pojok Literasi Tunas Ngrembaka merupakan salah satu dari empat pojok literasi dalam program NGREMBAKA AKSARA yang dikembangkan Tim PPK Ormawa SGL PGSD UNNES sebagai upaya membangun Kelurahan Podorejo Cerdas Berkelanjutan.

Melalui pendekatan pembelajaran berbasis praktik, kegiatan ini bertujuan meningkatkan literasi, kreativitas, life skills, serta kepedulian lingkungan sejak usia dini melalui pemanfaatan barang bekas menjadi produk yang bernilai.

Rangkaian kegiatan diawali dengan pelaksanaan pretest untuk mengetahui pemahaman awal peserta mengenai materi yang akan dipelajari.

Selanjutnya, anak-anak memperoleh edukasi mengenai pengertian barang bekas, manfaat daur ulang, serta berbagai contoh produk kreatif yang dapat dihasilkan dari tutup botol plastik dan kawat bulu.

Materi disampaikan secara interaktif dan menyenangkan sehingga mudah dipahami sesuai tahap perkembangan peserta.

Di sesi praktik, peserta dibagi menjadi dua kelompok berdasarkan jenjang pendidikan. Kelompok TK membuat gantungan kunci menggunakan kawat bulu (chenille) yang aman dan mudah dibentuk untuk melatih koordinasi motorik halus serta kreativitas.

Sedang kelompok SD membuat gantungan kunci berbahan dasar tutup botol bekas melalui proses pencetakan dengan pendampingan intensif dari Tim Pelaksana PPK Ormawa, Ormawa, dan Satgas.

Melalui praktik itu, peserta tidak hanya belajar mengolah limbah menjadi produk kreatif, tetapi juga mengenal konsep sederhana pengolahan produk yang memiliki nilai guna dan nilai ekonomi.

Setelah praktik selesai, peserta mengerjakan Lembar Kerja Murid (LKM) sebagai bentuk penguatan materi, kemudian dilanjutkan dengan posttest untuk mengukur peningkatan pemahaman peserta.

Pendekatan pembelajaran berbasis praktik (learning by doing) ini diharapkan mampu memberikan pengalaman belajar yang menyenangkan sekaligus menumbuhkan kebiasaan berpikir kreatif dan peduli terhadap lingkungan.

Dosen Pendamping PPK Ormawa SGL PGSD UNNES, Nur Indah Wahyuni MPd, menyampaikan, perguruan tinggi memberikan dukungan penuh terhadap pelaksanaan program sebagai bentuk implementasi tridarma perguruan tinggi, khususnya pada bidang pengabdian kepada masyarakat.

“Kami sangat mendukung pelaksanaan Program PPK Ormawa karena menjadi wadah bagi mahasiswa untuk mengimplementasikan ilmu pengetahuan secara langsung di tengah masyarakatm” paparnya.

“Melalui program NGREMBAKA AKSARA, anak-anak memperoleh pengalaman belajar yang menyenangkan sekaligus dibekali literasi, kreativitas, dan keterampilan yang bermanfaat. Kami berharap program ini memberikan dampak yang berkelanjutan bagi masyarakat serta menjadi contoh kolaborasi yang baik antara perguruan tinggi dan masyarakat,” Nur Indah Wahyuni menambahkan.

Apresiasi juga disampaikan oleh Lurah Podorejo, Yusdi Dwiyantoro SH, yang menilai Program PPK Ormawa SGL PGSD UNNES telah memberikan kontribusi nyata bagi masyarakat melalui berbagai program pemberdayaan yang menyasar seluruh kelompok usia.

“Kami mengapresiasi Tim PPK Ormawa SGL PGSD Universitas Negeri Semarang yang telah menghadirkan berbagai kegiatan pemberdayaan di Kelurahan Podorejo. Program-program yang dilaksanakan sangat bermanfaat dalam meningkatkan literasi, kreativitas, dan keterampilan masyarakat, mulai dari anak-anak, remaja, masyarakat usia produktif, hingga lansia. Berbagai pelatihan dan program yang diberikan menjadi bekal yang sangat baik bagi masyarakat. Kami berharap kolaborasi ini terus berlanjut sehingga bersama-sama dapat mewujudkan Kelurahan Podorejo sebagai Kelurahan Cerdas Berkelanjutan,” tutur Yusdi Dwiyantoro. (rls/ adb, ros, rid)

 

 

Comments