Rasa Tepo Seliro Wujud Penerapan Moderasi Beragama

0
315
Dosen IAIN Kudus Moh Mutadhor menyampaikan ceramah moderasi beragama

JEPARA, Suaranahdliyin.com Masyarakat diajak meningkatkan rasa “tepo seliro” kepada sesama. Hal ini sebagai wujud dari penerapan moderasi beragama pada kehidupan nyata.

Demikian itu mengemuka dalam acara pengajian dialogis yang diselenggarakan Mahasiswa Kuliah Kerja Nyata (KKN-IK) IAIN Kudus di Desa Somosari Kecamatan Batealit Kabupaten Jepara, Ahad (18/9/2022).

Dalam acara yang bertempat di di Mushola Hidayatul Mubtadiin RT. 01 RW. 02 Desa Somosari itu, Dosen IAIN Kudus Moh. Muhtador selalu Nara rumber menjelaskan moderasi agama melalui sikap tepo Seliro sehingga kehidupan bermasyarakat lebih tercipta nuansa kerukunan walaupun terdapat perbedaan.

“Esensi dari sikap Tepo Sliro juga dapat tercipta melalui Shodaqoh jariyyah, Ilmu yang bermanfaat dan anak sholeh, sebab ketiga hal tersebut secara tidak langsung mampu mendidik kita agar peduli dan mengerti terhadap sesama manusia”ujarnya.

Sementara nara sumber kedua Lailah Zakiyyatur Robi’ah menjelaskan pendidikan agama pada perguruan tinggi maupun pondok pesantren juga memberikan kontribusi dalam menciptakan sikap moderasi bergama.

“Dengan demikian, sangatlah penting bagi masyarakat untuk memberikan pendidikan agama kepada anak-anaknya sebagai generasi penerus bangsa”tegasnya.

Sementara Ketua RT. 01 RW. 02 Desa Somosari Kecamatan Batealit Kabupaten Jepara, Afandi mengapresiasi dan menyampaikan terima kasih kepada mahasiswa KKN yang telah bersuka cita mengadakan kegiatan pengajian dialogis di Mushola Hidayatul Mubtadiin RT. 01 RW. 02 Desa Somosari.

“Semoga antusias mahasiswa dan masyarakat dalam mengikuti pelaksanaan kegiatan pengajian dialogis dapat bermanfaat dan berkah untuk kedepannya dan setelah pengajian dialogi ini masyarakat dapat tercipta nuansa yang rukun dan solid antar sesama,” harapnya.(rls/adb)

Comments