Ponpes Lirboyo Kedungsari Gelar Safari Ramadan

0
47
Perwakilan santri menyerahkan kenang-kenangan kepada pengurus PRNU Kedungsari usai penutupan Safari Ramadan

KUDUS, Suaranahdliyin.com – Pondok Pesantren (Ponpes) Lirboyo di Desa Kedungsari, Kecamatan Gebog, Kabupaten Kudus sukses menyelenggarakan Safari Ramadan 1447 H/ 2026 M.

Jum’at (13/3/2026) kemarin, Safari Ramadan pun resmi ditutup setelah melaksanakan serangkaian kegiatan sosial keagamaan. Penutupan dilangsungkan di Masjid Al-Ittihad, Ngrandu, Kedungsari.

Hadir pada kesempatan itu perwakilan Himpunan Himpunan Alumni dan Santri Lirboyo (Himasal) Kudus, Lembaga Ittihadul Muballighin (LIM) Cabang Kudus, pengurus PRNU Kedungsari, perangkat desa, serta masyarakat setempat.

Safari Ramadan in merupakan program dakwah tahunan Pondok Pesantren Lirboyo yang secara rutin diselenggarakan setiap bulan Ramadan. Pada tahun 2026 ini, sebanyak 3.001 delegasi santri ditugaskan untuk melaksanakan khidmah dakwah di berbagai daerah di seluruh penjuru Nusantara.

Dalam pelaksanaannya, Safari Ramadan di Desa Kedungsari, Kecamatan Gebog Kabupaten Kudus ini, di ikuti oleh 24 delegasi santri yang ditempatkan di 11 titik dakwah, meliputi masjid dan mushola yang tersebar di berbagai wilayah didesa Kedungsari.

Selama Ramadan, para delegasi santri aktif menghidupkan syiar Islam melalui berbagai kegiatan keagamaan dan sosial bersama masyarakat.

Ketua LIM Cabang Kudus, Moh Zuhron, pentingnya para delegasi santri dakwah melalui keteladanan. “Ingatlah, terkadang dakwah yang paling kuat bukan berasal dari kata-kata, tetapi dari sikap dan perilaku. Senyum yang tulus, sapaan yang ramah, serta kesediaan membantu masyarakat sering kali lebih membekas daripada ceramah yang Panjang,” ujarnya.

Selama pelaksanaan Safari Ramadan, berbagai agenda utama turut diselenggarakan. Di antaranya Monitoring dan Evaluasi (Monev) oleh LIM Pusat pada 8 Ramadan 1447 H yang bertempat di NU Center Kedungsari. Kemudian Seminar Kewanitaan yang dilaksanakan pada 15 Ramadan di MTs MA Matholi’ul Huda.

Selain itu, pada 19 Ramadan 1447 H diselenggarakan Festival Anak Sholeh yang berisi berbagai perlombaan bagi santri TPQ setempat, bertempat di MI NU Matholibul Ulum 2. Lainnya, Seminar Zakat yang dilaksanakan pada 22 Ramadan di Masjid Al-Mujahidin, Bogol, Kedungsari. Peringatan Nuzulul Qur’an pada malam 17 Ramadan dilaksanakan secara serentak di berbagai masjid di Desa Kedungsari.

Di luar agenda utama itu, para delegasi juga menjalankan berbagai kegiatan harian sebagai bentuk pengabdian kepada masyarakat. Kegiatan tersebut meliputi ziarah ke makam para leluhur setempat, menjadi muadzin dan bilal salat tarawih, serta menghidupkan salat berjamaah lima waktu di masjid dan mushola desa.

Para santri juga aktif mengisi kegiatan keagamaan seperti tadarus Al-Qur’an, kultum, pelaksanaan salat tarawih, khutbah Jumat, mengajar di TPQ dan sekolah formal tingkat MI, serta mengadakan pengajian sore dengan kajian kitab kuning.

Tak hanya itu, para delegasi santri juga melakukan anjangsana atau silaturahim kepada tokoh masyarakat dan warga, kegiatan tarkhim, serta kuliah subuh (kulsub) untuk menambah semarak dakwah selama bulan suci Ramadan.

Melalui serangkaian kegiatan dalam Safari Ramadan in, diharapkan dapat semakin mempererat ukhuwah Islamiyah antara santri dan masyarakat, meningkatkan semangat ibadah, serta menumbuhkan nilai-nilai keislaman dalam kehidupan sosial masyarakat di Desa Kedungsari.

Kepala desa Kedungsari sukoyo, menyampaikan kesan yang sangat baik atas kehadiran para santri delegasi Safari Ramadan dari Pondok Pesantren Lirboyo.

Selama menjalankan tugas dakwah, para santri dinilai mampu berbaur dengan masyarakat, menunjukkan sikap yang santun, rendah hati, serta aktif dalam berbagai kegiatan keagamaan di lingkungan desa.

Kehadiran para santri turut menghidupkan suasana Ramadan di masjid dan mushola. Mulai dari memimpin tadarus Al-Qur’an, menjadi bilal dan muadzin, mengisi kultum, mengajar TPQ, hingga menjalin silaturahim dengan warga. Hal tersebut memberikan warna tersendiri bagi kehidupan keagamaan masyarakat selama bulan suci Ramadan.

Masyarakat dinilai merasakan banyak manfaat dari berbagai kegiatan yang diselenggarakan, seperti pengajian, seminar, serta kegiatan keagamaan lainnya yang mampu menambah wawasan dan meningkatkan semangat ibadah.

Masyarakat berharap agar para santri senantiasa menjaga akhlak, keikhlasan, serta semangat dalam berdakwah di mana pun berada. Ilmu yang telah diperoleh di pesantren diharapkan dapat terus diamalkan dan disebarkan kepada masyarakat luas.

“Selain itu, masyarakat juga berharap agar hubungan silaturahim yang telah terjalin selama kegiatan Safari Ramadan ini tidak terputus, serta para santri dapat kembali berkunjung di kesempatan yang akan datang,” tutur Kepala Desa. (rls/ iwhan, ros, adb)

Comments