Puluhan Warga NU Antusias Ikuti Donor Darah

0
225
Donor darah diikuti warga NU Desa Cranggang, Kecamatan Dawe

KUDUS, Suaranahdliyin.com – Sebanyak 50 warga Desa Cranggang, Kecamatan Dawe, Kudus, antusias mengikuti donor darah, yang menjadi salah satu rangkaian peringatan Hari Lahir (Harlah) Nahdlatul Ulama (NU). Donor darah digelar oleh pengurus NU dan Badan Otonom (Banom) NU Desa Cranggang, Jumat (26/02/2021).

Ketua panitia, Aguh Prayogo, menjelaskan, dalam donor darah ini tercatat 50 pendaftar yang ingin mendonorkan darahnya, akan tetapi yang diambil atau dalam artian sesuai persyaratan sebanyak 32 orang.

“Sisanya, 18 pendaftar, gagal menjadi pendonor dikarenakan beberapa alasan ada yang berat badannya, atau tekanan darahnya hingga kondisi daya tahan tubuhnya,” jelasnya saat ditemui tim di Balai Desa Cranggang.

Dia menjelaskan, donor darah ini sekaligus menjadi salah satu momentum menghidupkan kesadaran sosial. “Ngiras-irus ingin kembali menghidupkan juga paguyuban donor darah yang ada di era 1995-an dulu yang ada di Cranggang,” paparnya.

Ia menambahkan, karena menjadi rangkaian peringatan Harlah NU di Desa Cranggang, ada beberapa kegiatan lain yang digelar, seperti bersih-bersih Makam Syeikh Abdurrahman, dan dilanjut agenda Donor Darah ini, tingkat kepedulian akan sesama semakin meningkat.

“Khususnya di masa pandemi seperti ini saling peduli akan kesehatan adalah hal yang penting. Harapan ke depan tentunya kegiatan ini bisa menjadi agenda rutin dan semakin banyak masyarakat yang mengikuti kegiatan donor darah,” harapnya.

Humas PMI Kudus, Praptiningasih, menyampaikan, betapa pentingnya even donor darah. Selain bermanfaat bagi orang lain, donor darah juga bisa menjaga kesehatan pendonor.

“Dengan donor darah, kesehatan kita bisa terkontrol setiap tiga bulan. Selain itu, kita juga menjadi lebih sehat karena darah tergantikan secara teratur,” ungkapnya.

Pentingnya donor darah, terangnya, juga disebabkan permintaan stok darah yang kian meningkat di masa pandemi. Sementara, jumlah pendonor justru menurun hingga 800 pendonor. “Permintaan darah tercatat 40 kantong setiap hari, sementara jumlah pendonor menurun dari 1500 menjadi 800,” jelasnya.

Dikatakannya, ada beberapa persyaratan yang harus dipenuhi seorang pendonor, yakni sehat jasmani, usia 17-60, berat badan minimal 45 kg, tidak memiliki sakit dalam, tekanan darah sistole (100-150 dan distole (70-90), interval donor minimal 75 hari dan tidak minum obat tiga hari sebelum donor.

“Persyaratan semacam ini tentu penting untuk diketahui, sehingga jika tadi ada 18 pendaftar yang tidak sesuai, maka kita cancel atau tidak bisa diambil darahnya,” tuturnya. (zn/ rid)

Comments