Harlah NU di Karanganyar
NU Perkuat Peran Menjaga Tradisi Keilmuan Melalui Pesantren

0
164
Jamaah NU Karanganyar mengikuti Istighotsah Akbar dalam rangka Harlah NU

KARANGANYAR,Suaranahdliyin.com – Di tengah dinamika perkembangan zaman, NU terus memperkuat perannya dalam menjaga tradisi keilmuan Islam melalui pesantren sebagai pusat pendidikan dan pembentukan karakter.

Penegasan ini disampaikan Rais Pengurus Cabang Nahdlatul Ulama (PCNU) Karanganyar KH. Abdul Aziz dalam sambutan acara Istighotsah Akbar memperingati Hari lahir ke-100 tahun Masehi NU di Masjid Agung Madaniyah Karanganyar Ahad (1/2/2026). Acara yang diadakan PCNU Karanganyar ini dihadiri pengurus NU dan Banom, lembaga dan MWC, Pengurus Ranting NU seluruh Karanganyar.

Ia mengutarakan pesantren menjadi tempat lahir, tumbuh, dan berkhidmatnya NU untuk umat dan bangsa. “Hingga memasuki usia satu abad, NU tetap menempatkan pesantren sebagai jantung pendidikan serta pusat transmisi keilmuan Ahlussunnah wal Jama’ah,”ujarnya.

KH. Abdul Aziz menegaskan bahwa pesantren merupakan ruang tirakat dalam menuntut ilmu sekaligus sarana pembentukan akhlak. NU, lanjutnya, mendorong para orang tua agar tidak ragu mempercayakan pendidikan anak-anak mereka kepada pesantren.

“Percayakan pendidikan anak di pesantren sebagai ikhtiar mencetak generasi berilmu dan berakhlakul karimah.”tandasnya.

Ia mengungkapkan keprihatinannya melihat fenomena sebagian orang tua yang sebelumnya kurang aktif dalam kegiatan keagamaan, namun kini mempercayakan anak-anaknya ke pondok pesantren, termasuk pesantren tahfidz Al-Qur’an. Menurutnya, hal tersebut merupakan keberuntungan yang patut disyukuri.

“Titipkan anak dengan ilmu sebanyak-banyaknya. Jika merasa belum mampu mendidik secara maksimal, pesantren adalah pilihan. Pesantren itu tirakat, dan salah satu bentuk tirakatnya adalah berpisah dengan orang tua. Itulah keutamaan pesantren,”ujarnya.

Melalui pesantren, NU tidak hanya menjaga warisan keilmuan Islam, tetapi juga menanamkan nilai-nilai kebangsaan, moderasi beragama, serta kearifan lokal yang menjadi karakter perjuangan NU.
“Nahdlatul Ulama (NU) terus mengambil peran dalam menjaga tradisi keilmuan melalui Pesantren.”tegas KH.Abdul Aziz.

Wakil Ketua PCNU Karanganyar KH. Muqorobin Su’ud.dalam sambutannya mewakili pengurus cabang menyampaikan apresiasi dan terima kasih kepada seluruh panitia serta warga NU yang telah berpartisipasi dan hadir dalam kegiatan tersebut. Ia juga memberikan pesan motivasi kepada jamaah agar momentum satu abad NU ini semakin menguatkan semangat pengabdian.

“Di usia Nahdlatul Ulama yang ke-100 tahun Masehi ini, semoga kita semua semakin bersemangat dalam berkhidmat dan mengabdi untuk NU, agama, bangsa, dan negara,” ujarnya.

Dalam peringatan harlah tahun ini mengusung tema “Mengawal Indonesia Merdeka, Menuju Peradaban Mulia”.diawali dengan pembukaan, dilanjutkan istighotsah yang dipimpin oleh Kiai Ahmad Asyrofi. (Hanifah/adb)

Comments