Bedah Buku
Pendidikan Kontekstual Dinilai Lebih Manjur Bagi Anak

0
140
Dari kiri : Fawaz, Afsana Maulida, Juna Patra (dok.parist)

KUDUS, Suaranahdliyin.com – Paradigma Institute (Parist) Penerbit mengadakan diskusi buku “Seandainya Aku Bisa Menanam Angin” karya Fawaz. Dalam buku tersebut penulis mengutamakan pendidikan kontekstual yang dinilai lebih manjur bagi anak-anak pedalaman. Diskusi buku berlangsung pukul 15.00 WIB hingga pukul 17.00 WIB bertempat di Warung Kopi Baca (Warkoba), Dersalam, Kudus, Sabtu (08/01/22).

Bekerjasama dengan OPZ Organizer Warkoba, diskusi mengundang narasumber langsung dari penulis buku yaitu Fawaz dan Afsana Maulida selaku pegiat buku. Diskusi buku ini diharapkan dapat menciptakan keeratan antar pembaca buku dan penulis lantaran banyaknya pembaca yang ingin mengenal penulis buku yang dibaca.

Sebagai pegiat buku, Afsana Maulida turut mengulas isi dari buku “Seandainya Aku Bisa Menanam Angin”. Menurutnya, Fawaz membangun pendekatan emosional dengan anak-anak ketika mengajar. Fawaz berusaha memahami dan mengikuti kegiatan keseharian anak dan juga mengenal anak didiknya secara lebih dekat.

“Buku ini menekankan pengajaran pendidikan kontekstual untuk anak-anak, seperti menyelaraskan antara pelajaran dengan keadaan sekitar mereka. Saya setuju karena belajar bertahan hidup di pedalaman bagi mereka itu sangat penting,” terang Afsana.

Sementara itu, Fawaz mengaku nenulis buku tersebut bermula dari perasaan rindunya terhadap anak-anak yang berada di pedalaman Asmat, Papua. “Saya tinggal bareng dan mengikuti kegiatan anak-anak untuk mencari tahu apa model pembelajaran yang tepat untuk mereka,” ungkap Fawaz.

Menurutnya, pada zaman sekarang ini pendidikan kontekstual lebih dibutuhkan supaya anak-anak dapat mengembangkan potensi-potensi yang sudah ada di daerahnya.

Pada penghujung diskusi, Fawaz memberi pesan kepada peserta diskusi agar memiliki tekad kuat untuk menulis. Jika ingin bisa menulis, kata Fawaz, maka perbanyaklah membaca dan jangan menunggu inspirasi terlalu lama supaya tulisan itu cepat selesai.

“Baca, baca, baca, kemudian tulis saja. Tidak perlu menunggu mood, nanti tulisanmu tidak akan selesai,” pesan Fawaz.  (Eka, Hasyim/rid)

Comments