Habib Luthfi : Kita Akan Jadi Golongan yang Cepat Layu atau Merah Putih yang Kuat?

0
346

JAKARTA, Suaranahdliyin.com – Menghadiri Doa Bersama Munajat Awal Tahun di Balai Pertemuan Polda Metro Jaya, Habib Muhammad Luthfi bin Ali bin Yahya menyampaikan tausiyah kepada seluruh hadirin, Ahad (09/01/22). Pada kesempatan itu, Habib Luthfi memaparkan banyak untaian motivasi nasionalisme sebagai bekal untuk membangun NKRI yang maju dan tangguh.

Habib Luthfi mengatakan bahwa membangun bangsa Indonesia dengan kasih sayang memang tidak semudah yang kita perkirakan. Menurut beliau, tergantung bagaimana orang menangkap dan membekali para generasi penerus melalui berbagai falsafahnya.

“Sejak dulu sudah ditunjukkan lewat cerita pewayangan. Misalnya, Werkudoro yang bisa terbang, itu sudah menunjukkan bahwa bangsa ini butuh orang-orang yang paham antariksa, dan luar angkasa,” katanya.

Diibaratkan, seperti tokoh Antareja yang bisa menyelam bumi, ternyata bumi pertiwi memang memiliki kandungan-kandungan yang luar biasa.

“Jadi, sejauh mana kita mempunyai rasa handerpeni (rasa memiliki) itu bisa dimanfaatkan di dunia pertambangan dan sebagainya,” tambahnya.

Menurut Habib Luthfi, para leluhur dan pendiri bangsa ini sudah menanamkan rasa toleran dan filosofinya yang tinggi kepada generasi penerusnya.

Habib lutfi menggambarkan bagaimana perjauangan pendiri ketika membangun rumah pada zaman belanda. Di luar rumah mereka memasang bendera asing, namun di dalam rumah menggelar bendera merah putih dengan ditutupi dengan menanam janur, pisang, padi, dan menjalankan tradisi.

“Boleh saja bendara penjajah di luar rumah dipasang, tetapi di dalam, sekali merah putih tetap merah putih, itulah filosofi yang sangat tinggi,” tandasnya.

Hebatnya, sambung Habib, Ketika warna janur dan dedaunan lain tetap layu, sementara warna merah putih tidak akan layu. “Yang menjadi pertanyaan, kita akan jadi golongan yang cepat layu atau merah putih yang kuat?” tegasnya. (Hasyim/rid)

Comments