PBNU Dikukuhkan, Gus Yahya Ajak Pengurus Bekerja secara Nyata

0
325
Rais Aam PBNU KH. Miftachul Ahyar memimpin pengukuhan pengurus PBNU

BALIKPAPAN, Suaranahdliyin.com – Pengurus Besar Nahdlatul Ulama (PBNU) masa khidmah 2022-2027 secara resmi dikukuhkan pada Senin (31/01/2022) di Balikpapan Sport and Convention Center (Dome) Balikpapan, Kalimantan Timur. Kegiatan ini juga bertepatan pada hari lahir Nahdlatul Ulama yang ke-96.

Turut hadir dalam pengukuhan ini, Presiden Republik Indonesia Joko Widodo dan Wakil Presiden KH Ma’ruf Amin beserta para menterinya, Kapolrii, Rais Aam PBNU KH. Miftachul Ahyar, Gubernur Kalimantan Timur H. Irsan Noor, para kiai, habaib dan perwakilan pengurus NU di tingkat wilayah dan cabang.

BACA JUGA : Presiden Jokowi: NU Tunjukkan Wajah Islam yang Teduh dan Ramah

Ketua Umum PBNU, KH Yahya Cholil Staquf alias Gus Yahya menyebut acara ini adalah istimewa karena pengukuhan PBNU dihadiri secara langsung oleh presiden dan wakil presiden. Selain itu, hari ini dipilih karena bertepatan dengan hari lahir Nahdlatul Ulama yang ke-96 dalam tahun.

“Pelantikan kita laksanakan bertepatan dengan peringatan hari lahir NU ke 96 tahun sehingga kegiatan kami jadikan sebagai bagian dari rangkaian peringatan harlah NU mulai 31 jan sampai 17 Febuari,” ungkap Gus Yahya.

Kegiatan ini mengambil tema “Menyongsong 100 Tahun Nahdlatul Ulama: Merawat Jagat, Membangun Peradaban”. Gus Yahya menjelaskan tema ini diusung karena percaya bahwa para pendiri NU dahulu membangun Jamiyyah NU dengan keprihatinan dan keperdulian terhadap peradaban bangsa.

“Untuk membangun peradaban, kita harus merawat. Merawat berarti berupaya berjuang untuk terus meningkatkan, mengembangkan kualitas apa yang kita miliki di bumi, itu sebabnya dalam lambang NU, terdapat gambar jagad,” jelasnya.

Terakhir, Gus Yahya mengajak para pengurus yang baru dilantik untuk bekerja secara nyata, sebagai ikhtiar dan semangat untuk membangun kemandirian NU.

“Mari kita bekerja secara nyata, tidak boleh berhenti hanya sebagai kata. Kami siap melaksanakan tugas secara profesional dan tanggung jawab, meningkatkan kinerja NU, sebagai sumbangan NU untuk kemaslahatan umat bangsa dan negara,” tandasnya.(Hasyim/adb,rid)

Comments