
KUDUS,Suaranahdliyin.com – Ratusan anggota Muslimat dan Fatayat NU seluruh Kecamatan Dawe mengikuti kegiatan Mudarosah Al-Qur’an yang dirangkaikan dengan peringatan Isra’ Mi’raj Nabi Muhammad SAW di RTQ Yanbu’ul Furqon, Buloh Puyoh, Jumat, (9/1/2026) Kegiatan tersebut menghadirkan penceramah Nyai Masfufatul Alimah (Ning Ufa).
Dalam kesempatan tersebut, Ketua PAC Fatayat NU Kecamatan Dawe Yuliana Kurniawati, memperkenalkan diri kepada seluruh peserta. Dalam sambutannya, Yuliana menyampaikan permohonan doa dan dukungan atas amanah yang baru ia emban.
“Sebagai Ketua PAC Fatayat NU Kecamatan Dawe yang baru saja mendapatkan amanah, saya menyadari sepenuhnya bahwa amanah ini merupakan tanggung jawab besar untuk terus berkhidmah, belajar, dan berjalan bersama para ibu dan sahabat semua,” ujarnya.
Ia juga menegaskan pentingnya menjaga sinergi antara Muslimat dan Fatayat NU. Menurutnya, Muslimat sebagai teladan dan Fatayat sebagai generasi penerus harus terus berjalan beriringan demi menghidupkan jam’iyah dan memberi manfaat bagi umat.
Pada kesempatan itu, Yuliana turut memohon restu atas rencana pelantikan dan Rapat Kerja PAC Fatayat NU Kecamatan Dawe masa khidmat 2025–2029 yang akan dilaksanakan pada 16 Januari 2026, bertepatan dengan peringatan Isra’ Mi’raj.
“Sebagai pengurus baru, kami minta bimbingan, arahan dan dukungan (support) dari semua fihak khususnya pembina dsn ibu-ibu muslimat,”harap Yuliana.
Sementara itu, Ketua Muslimat NU Kecamatan Dawe, Zumaroh mengucapkan selamat atas terselenggaranya Konferensi Anak Cabang Fatayat NU Kecamatan Dawe pada akhir Desember 2025 yang telah berjalan dengan lancar dan sukses. Ia berharap Fatayat dan Muslimat NU senantiasa berjalan seiring dalam menjalankan program organisasi serta mampu menjalin kekeluargaan yang erat demi kemaslahatan bersama.
“Semoga Allah SWT senantiasa memberikan kesuksesan dan rida-Nya kepada kita semua, serta menjadikan kita santri yang setia meneladani perjuangan KH. Hasyim Asy’ari,” tuturnya.
Zumaroh juga mengajak peserta untuk memuliakan Al-Qur’an dengan mendengarkannya secara sungguh-sungguh serta menjadikan momentum Isra’ Mi’raj sebagai ajang introspeksi diri dalam menyambut bulan suci Ramadan.
Pada sesi mauidhoh hasanah, Nyai Masfufatul Alimah (Ning Ufa) menyampaikan sejumlah pesan keagamaan, di antaranya tentang memandang hal-hal yang bernilai ibadah, seperti memandang wajah orang tua dengan penuh hormat, memandang Al-Qur’an sebagai bentuk ta’zim kepada Kalamullah, serta memandang orang alim dengan niat meneladani kebaikan.
Ning Ufa juga menjelaskan keutamaan bulan Rajab sebagai bulan mulia, yang dianjurkan untuk diisi dengan memperbanyak istigfar, amal saleh, puasa sunnah, shalawat, dan dzikir.
“Peristiwa penting di bulan Rajab, seperti kelahiran Nur Muhammad pada 10 Rajab dan peristiwa Isra’ Mi’raj pada 27 Rajab, sebagai momentum penguatan iman dan peningkatan kualitas ibadah, khususnya shalat.”tandasnya
Acara ini diawali dengan pembacaan Al-Barjanzi oleh Rebana Al Furqon dari Puyoh, yang menambah kekhusyukan suasana peringatan Isra’ Mi’raj. Hadir pula, Kepala Desa Puyoh, Wahyudi, sebagai bentuk dukungan terhadap kegiatan keagamaan dan jam’iyah NU di tingkat desa.(nia/adb)









































