Upgrading Fatayat NU Dawe
Ketua Fatayat NU Kudus: Perbedaan jadi Kekuatan dalam Organisasi

0
78
Ketua PC Fatayat NU Kudus Hj. Farida mengisi upgrading pengurus Fatayat NU Dawe

KUDUS,Suaranahdliyin.com – Setiap manusia memiliki keunikan, kelebihan, dan kelemahannya masing-masing. Karenanya, perbedaan bukan untuk dipertentangkan, melainkan menjadi kekuatan yang saling melengkapi dalam organisasi.

Demikian yang disampaikan Ketua Pimpinan Cabang (PC) Fatayat NU Kudus, Hj. Farida dalam kegiatan upgrading pengurus PAC Fatayat NU Dawe di Rumah Joglo Kuwukan, Dawe, Kudus, Kamis (28/5/2026).

“Dengan saling menghargai, bekerja sama, dan mengoptimalkan potensi yang dimiliki, kita dapat membangun organisasi yang kuat, solid, dan mampu mencapai tujuan bersama secara lebih efektif,” ujarnya.

Farida juga menekankan pentingnya motivasi dalam berorganisasi. Menurutnya, motivasi yang kuat akan mendorong seseorang untuk menjalankan amanah dan tanggung jawab dengan sungguh-sungguh.

“Dalam Islam, motivasi yang paling utama adalah melakukan segala sesuatu semata-mata untuk memperoleh ridha Allah Swt. Setiap aktivitas, tugas, dan pengabdian hendaknya dilandasi niat yang ikhlas karena Allah sehingga tidak hanya bernilai duniawi, tetapi juga bernilai ibadah,” tambah Dosen UIN Sunan Kudus ini.

Sementara itu, fasilitator Wakil Ketua PC NU Kudus H. Fajar Nugroho, menyampaikan bahwa seorang pemimpin harus mampu melakukan analisis diri dan analisis organisasi. Hal tersebut mencakup kemampuan mengenali potensi, kelebihan, serta kekurangan yang dimiliki setiap anggota.

“Dengan memahami potensi anggotanya, seorang pemimpin dapat menempatkan mereka pada peran yang tepat, mengoptimalkan kinerja organisasi, serta menjalankan roda organisasi secara lebih efektif,” jelasnya.

Menurut Fajar, pemahaman terhadap potensi anggota juga menjadi dasar penting dalam pengembangan kapasitas individu maupun organisasi secara berkelanjutan.

Rois Noor saat menjadi fasilitator upgrading pengurus Fatayat NU Dawe

Pada sesi berikutnya, fasilitator Rois Noor, mantan Ketua LPPNU Kudus dan pendamping kelompok swadaya tingkat nasional, mengingatkan bahwa komunikasi yang baik dan sikap saling menghargai merupakan kunci utama organisasi yang solid dan kompak.

“Setiap orang pada hakikatnya adalah pemimpin dan memiliki karakter serta keunikan masing-masing. Perbedaan tersebut harus menjadi kekuatan untuk saling melengkapi dalam mencapai tujuan bersama,” katanya.

Ia menambahkan, pemahaman terhadap berbagai tipe kepemimpinan dan karakter individu akan membantu organisasi membangun kerja sama yang harmonis, menciptakan komunikasi yang efektif, serta mengoptimalkan potensi setiap anggota.

Kegiatan berlangsung dinamis dan mendapat respons positif dari para peserta. Selain penyampaian materi, peserta juga mengikuti berbagai permainan dan simulasi yang dirancang untuk memperkuat kerja sama tim, komunikasi, serta kemampuan kepemimpinan.

Salah satu peserta, Ulfiatun Naimah dari Bidang Media Informasi dan Litbang PAC Fatayat NU Dawe, mengaku mendapatkan banyak manfaat dari kegiatan tersebut.

“Saya sangat senang mengikuti upgrading ini karena suasananya penuh kehangatan dan kekeluargaan. Materi yang disampaikan narasumber dan fasilitator mengubah pola pikir serta cara pandang saya tentang organisasi menjadi lebih baik,” ungkapnya.

Menurut Naimah, kegiatan tersebut juga mendorong dirinya untuk lebih berani menyampaikan pendapat dan melatih mental dalam berorganisasi.

“Insyaallah ilmu yang saya peroleh akan kami sampaikan kepada sahabat-sahabat Fatayat di tingkat ranting agar manfaatnya bisa dirasakan lebih luas,”ujarnya.

Pimpinan Anak Cabang (PAC) Fatayat NU Dawe menggelar Upgrading ini mengusung tema meneguhkan ideologi Nahdliyin di era posmodern ini diikuti seluruh pengurus PAC Fatayat NU Dawe.

Turut hadir Dewan Kehormatan dan Pembina serta seluruh pengurus Fatayat NU Dawe di bawah kepemimpinan Yuliana Kurniawati. (Malfa/adb)

Comments