Longsor Tutup Jalur Utama Wisata Religi Makam Sunan Muria, Arus Lalu Lintas Dialihkan

0
532
Jalan depan portal wisata Colo yang longsor tadi malam

KUDUS, Suaranahdliyin.com – Akses utama menuju kawasan Makam Sunan Muria (Raden Umar Said) ditutup sementara akibat bencana tanah longsor terjadi di barat portal keluar-masuk utama Jumat malam (9/1/2026) di Desa Colo, Kecamatan Dawe, Kabupaten Kudus, Jawa Tengah.

Kapolsek Dawe Ajun Komisaris Polisi (AKP) Budianto menjelaskan, kejadian tanah longsor terjadi sekitar pukul 19.30 WIB di Jl. Raya Kudus-Colo. Dinding penahan jembatan tidak kuat menahan tekanan setelah hujan deras mengguyur wilayah Kudus beberapa hari kemarin sehingga menyebabkan jembatan ambrol dan menyeret mobil Suzuki Ertiga dan truk tangki Isuzu Elf yang terparkir di atas jembatan hingga terjatuh sedalam 10 meter.

“Alhamdulillah tidak ada korban jiwa. Demi keselamatan, jalur utama menuju kawasan wisata religi Sunan Muria ditutup sementara waktu,”ujarnya.

Kasat Lantas Polres Kudus AKP Royke Noldy Darean menjelaskan, terdapat rute pengalihan keluar-masuk menuju kawasan wisata Colo melalui portal timur, Desa Dukuh Waringin, Kecamatan Dawe.

“Truk dan Bus dilarang masuk kawasan Colo. Kendaraan bus besar berkapasitas 42 seat ke atas dari arah Kudus diparkirkan di Terminal Bakalan Krapyak, Kecamatan Kaliwungu. Juga arah Pati, dialihkan melewati jalur Gembong-Pati. Pengalihan arus ini berlaku hingga batas waktu yang belum ditentukan karena masih dalam proses evakuasi,” tandasnya.

“Di Tempat Kejadian Perkara (TKP), kami sudah memasang water barrier dan police line, serta menempatkan personel untuk pengamanan dan pengaturan arus lalu lintas di lokasi kejadian.”sambung AKP Royke menjelaskan.

Ia menghimbau bagi para peziarah untuk mematuhi rambu dan arahan petugas, serta selalu mengutamakan keselamatan selama berkendara.

“Selalu hati-hati dalam berkendara, utamakan keselamatan daripada kecepatan,” pesannya.

[Alya Zykratul Rahma, Mahasiswi Program Studi Komunikasi dan Penyiaran Islam (Prodi KPI), Fakultas Dakwah dan Komunikasi Islam (FDKI), UIN Sunan Kudus]

Comments