
PATI,Suaranahdliyin.com, Lembaga Dakwah Nahdlatul Ulama (LDNU) MWC Margoyoso Pati rutin menggelar Manaqib Syaikhona Abdul Qadir Al-Jailani dan Khotmil Qur’an Bil Ghoib setiap bulan sekali. Kegiatan ini bertujuan memperkuat robithoh bathiniyah, dhohiriyah, dan jam’iyah, sekaligus menumbuhkan kecintaan pada Al-Qur’an serta amaliyah Ahlussunnah wal Jama’ah.
“Rutinan ini berisi pembacaan Manaqib Syaikh Abdul Qadir Al-Jailani, pelaksanaan Khotmil Qur’an Bil Ghoib, serta doa bersama,” ujar Ketua LDNU MWC Margoyoso Rohmanuddin, kemarin.
Rohmanuddin menjelaskan, bahwa Robithoh bathiniyah adalah bentuk ikatan batin dengan Allah SWT, Rasulullah SAW, para wali, ulama, dan pendahulu melalui tawassul serta pengiriman doa ke ahli kubur anggota LDNU. Sementara robithoh dhohiriyah berupa silaturahmi lahiriah antarpeserta, dan robithoh jam’iyah sebagai komitmen loyalitas terhadap NU.
“Kami juga mengirimkan doa dan hadiah pahala kepada para Muharrik, Muassis Nahdlatul Ulama, dan ahli kubur anggota LDNU yang telah wafat,”tambah Rohmanuddin.
Dituturkan, peserta kegiatan mencakup pengurus dan anggota LDNU Margoyoso, para hafidz sebagai pelaksana Khotmil Qur’an, tokoh agama, serta warga nahdliyin-nahdliyat secara terbuka. Tempatnya bergiliran di rumah anggota, musholla, atau masjid wilayah Margoyoso, dengan jadwal bulanan dan kondisional jika ada permintaan warga.
“Prosesnya dimulai koordinasi pengurus, lalu pembukaan, tawassul, manaqib, khotmil, doa, hingga penutup, dengan tugas peserta sudah dibagi tertib.”terangnya.
Manfaat yang dirasakan peserta termasuk ketenangan batin, peningkatan iman, pelestarian tradisi NU, serta ukhuwah yang erat.
“Peserta merasakan ketenangan batin, meningkatnya keimanan, terjaganya tradisi amaliyah NU, serta semakin eratnya ukhuwah dan solidaritas antaranggota LDNU dan jamaah,” imbuh Rohmanuddin.
Ia menegaskan kegiatan ini penting sebagai penguatan spiritual dan persatuan jam’iyah.
“Untuk mengajak masyarakat, LDNU lakukan sosialisasi lewat pengajian, media jamaah, ajakan kekeluargaan, dengan suasana ramah dan khidmat,”ujar Rohmanuddin.
(Umi Saidatun Nisa, mahasiswa Prodi Komunikasi dan Penyiaran Islam (KPI), Fakultas Dakwah dan Komunikasi Islam (FDKI), UIN Sunan Kudus)





































