Menjaga Tradisi dengan Literasi

0
747

Oleh: Abidullubab

Literasi adalah istilah umum yang merujuk kepada seperangkat kemampuan dan keterampilan individu dalam membaca, menulis, berbicara, menghitung, dan memecahkan masalah pada tingkat keahlian tertentu yang diperlukan dalam kehidupan sehari-hari. Sehingga, literasi tidak bisa dilepaskan dari kemampuan berbahasa, tentu tujuannya tidak lain adalah Membantu meningkatkan pengetahuan masyarakat dengan cara membaca berbagai informasi bermanfaat.Membantu meningkatkan tingkat pemahaman seseorang dalam mengambil kesimpulan dari informasi yang dibaca.

Zaman Sekarang Anak Anak Banyak Bermain Game Gadget dll di kerjakan dengan ponsel, banyak dari meraka bisa tau tokoh – tokoh dalam. game dari pada kenal tokoh – tokoh Ulama’ NU , banyak dari mereka tau siapa yang menciptakan Facebook,Twitter, game ter tranding dari pada mengetahui Pencipta Lagu Mars Syubanul wathon, Pendiri Organisasi NU dan Tradisi Apa Yang Sudah Menjadi Adat Warga NU.

Dengan beberapa paparan di atas kita masih banyak menemukan generasi – generasi yang kurang begitu minat dan tertarik terhadap literasi karena tidak hanya itu dengan kita gemar menulis membaca dan lain sebagainya kita juga bisa menjaga tradisi tradisi islam terutama pada warga nahdliyin yang sudah memilik tradisi yang sudah dahulu di laksanakan pendahulu- pendahulu kita, karena apa ? di era ini para generasi sangat minim perihal literasi. dengan literasi itu para generasi penerus juga kelak akan tau. dari sini saya akan memaparkan beberapa cara agar tertanam dalam diri kita semua jiwa literasi agar dengan literasi itu kita akan bisa menjaga serta merawat tradisi terdahulu warga NU, mungkin langkah awal yang perlu di lakukan adalah dengan membaca satu dua buku buku yang sedikit halamannya agara tertanam sedikit jiwa membaca nya. mungkin ada buku ulama’  karismatik yang tipis itu. selain membaca buku literasi tidak hanya untuk membaca saja. namun dengan cara menulis. tulislah apa yang sekiranya bagi kalian penting pesan – pesan ulama’ saat kalian berada di beberapa event. karena kita tidak tau bahwa mungkin pesan tersebut memang benar terjadi pada suatu saat kelak ulama’ tersebut saat sudah tiada.. ada salah satu maqolah dari kholifah sayyidina ustman bin affan beliau mengatakan ” Andai Hati Kalian Bersih, Maka Kalian tidak akan pernah merasa kenyang untuk membaca Al-Quran ” dalam hal ini kholifah sayyidina ustman memfokuskan pada membaca Al-Quran, maka dengan demikian itu juga berlaku untuk kita jika kita ingin gemar membaca dan menulis.

selain itu dengan kita melaksanakan konsep literasi kita juga bisa mengukir suatu kenangan atau apa – apa yang mungkin pernah kita dengar dari beberapa guru – guru kita. tentu dawuh – dawuh guru kita adalah dawuh – dawuh yang juga pernah di sampai kan gurunya guru kita. maka dari itu sangatlah penting bagi kita untuk di jaga.

Ada maqolah juga mengatakan Memelihara tradisi yang lama yang baik dan mengambil tradisi yang baru yang lebih baik.

Dengan Begitu Ketika Kita Sudah Menulis beberapa tradisi tradisi ulama’ dahulu tidak lain tujuannya agar pembaca setelah kita tau bahwa dahulu sudah ada tradisi dan, tradisi bisa di sebarkan dengan konsep literasi. (*)

Abidullubab,

Adalah penulis yang lahir di Tuban pada 1918 bertepatan dengan 27 Saffar/ 2 Juli 1997 di Desa Sugiharjo Kecamatan Tuban Kabupaten Tuban. Menempuh pendidikan dasar di MIN 1 Tuban, MTs dan MA Mamba’ul Ma’arif Denanyar Jombang sembar nyantri di Pondok Pesantren (Ponpes) yang didirikan oleh KH Bisri Syansuri, Denanyar, Jombang. Pendidikan Strata Satu (S-1) ditempuh di IAINU Tuban.

Catatan:

Artikel ini dipublikasikan untuk kepentingan lomba, sehingga tidak dilakukan proses editing oleh pihak redaksi.

Comments