Melalui LKG, NU Care LazisNU dan LKNU Layani Pemeriksaan Kesehatan Warga

0
277
Warga antusias memeriksakan kesehatan dalam LKG

KUDUS, Suaranahdliyin.com – Melalui program Layanan Kesehatan Gratis (LKG), NU Care LazisNU Kabupaten Kudus bersama Lembaga Kesehatan Nahdlatul Ulama (LKNU) Kabupaten Kudus memfasilitasi warga di sembilan kecamatan yang ada di Kota Kretek untuk memeriksakan kesehatannya.

Berlangsung selama empat hari di 11 titik, kegiatan sosial yang didukung pula oleh NU Care LazisNU Jawa Tengah ini digelar di Desa Kramat (Kota), Desa Purworejo (Bae), Desa Payaman (Mejobo), Desa Bulungcangkring (Jekulo), Desa Jetis dan Desa Jati Wetan (Jati), Desa Karangampel (Kaliwungu), Desa Klumpit (Gebog), Desa Karangrowo (Undaan), Desa Lau dan Desa Cranggang (Dawe).

“Pelaksanaan LKG dimulai pada Ahad (28/2) hingga terakhir nanti akan dilangsungkan Ahad (7/3). Sampai saat ini, sudah enam titik, dan besok akan dilansungkan kembali LKG di lima titik,” tutur H Ihdi Fahmi Tamami, ketua NU Care LazisNU Kudus.

Hingga Sabtu (6/3/2021), LKG yang sudah digelar di Desa Kramat (Kota), Desa Purworejo (Bae), Desa Karangampel (Kaliwungu), Desa Klumpit (Gebog), serta Desa Lau dan Desa Cranggang (Dawe). “Untuk sasaran LKG besok yaitu Desa Payaman (Mejobo), Desa Karangrowo (Undaan), Desa Jetis dan Desa Jati Wetan (Jati), Desa Bulungcangkring (Jekulo),” ungkapnya.

LKG pun direspons bagus warga. Banyak warga yang antre untuk memeriksakan kesehatannya di program LKG yang digelar NU Care LazisNU Kudus dan LKNU Kudus itu. Di Desa Klumpit (Gebog), misalnya, ada 110 warga yang memeriksakan diri dalam LKG. Sedang di  Desa Lau (Dawe) ada sebanyak 81 warga yang memeriksakan kesehatan.

“Kalau total keseluruhan dari data yang sudah kami terima, warga yang ikut memeriksakan diri dalam LKG yang digelar NU Care LazisNU Kabupaten Kudus dan LKNU Kudus ini sebanyak 334. Angka ini dimungkinkan akan terus meningkat, karena ada beberapa titik yang belum melaporkan datanya, dan ada desa-desa yang baru digelar LKG besok,” ujarnya.

Ketua LKNU Kabupaten Kudus, dr H Abdul Hakam, mengutarakan, LKG ini digelar dalam rangka memeringati Hari Lahir (Harlah) ke-98 Nahdlatul Ulama (NU). “Kita di NU butuh perbaikan kesehatan. Kita semua mungkin kurang sehat, dan kurang dideteksi kesehatannya, terutama orang-orang sepuh,” katanya.

Warga dalam LKG memeriksakan beragam keluhan, mulai dari gula, kolesterol, darah, pengobatan, dan evaluasi anak-anak stanting atau kurang gizi. “Beberapa itu yang ada keluhan-keluhan (dari masyarakat, red),” tuturnya. (gie/ rid, adb)

Comments