PLN Mobile dan YBAM Gelar Pawiyatan Aksara Jawa di Pesantren Nurlintang Temanggung

0
130
Kegiatan pawiyatan Aksara Jawa

TEMANGGUNG,Suaranahdliyin.com – Perusahaan Listrik Negara (PLN) melalui aplikasi andalannya, PLN Mobile, menggandeng Yayasan Bina Aksara Mulya (YBAM) Yogyakarta untuk menggelar Pawiyatan Aksara Jawa dengan metode inovatif “Cara Ngapak”. Kegiatan ini berlangsung pada 26–27 Agustus 2025 di Pondok Pesantren Nur Lintang, Bandunggede, Kedu, Temanggung.

“‎Program tersebut bertujuan memperkuat literasi aksara Jawa bagi para guru dan pendidik, sekaligus memperkenalkan metode pembelajaran yang lebih mudah, praktis, dan relevan bagi generasi muda.”ujar penanggung jawab kegiatan,YBAM Apri Dhian Purwantoro.

Menurut Dhian, dukungan PLN Mobile dalam pawiyatan ini menjadi bentuk komitmen perusahaan untuk ikut berperan dalam penguatan pendidikan dan kebudayaan.

‎“PLN Mobile merupakan aplikasi digital untuk memudahkan pelanggan mengakses layanan PLN. Melalui kegiatan ini, PLN juga menunjukkan kepeduliannya dalam mendukung pelestarian budaya lokal, khususnya aksara Jawa,” jelas Apri.

‎Kegiatan ini diikuti oleh guru-guru bahasa Jawa dari sekolah dan madrasah tingkat dasar hingga menengah di bawah naungan Lembaga Pendidikan Ma’arif NU.

‎Metode “Cara Ngapak”

‎Pembina YBAM sekaligus penggagas metode Cara Ngapak, Akhmad Fikri AF, menjelaskan bahwa metode ini dirancang untuk membantu pendidik menyampaikan materi aksara Jawa secara komunikatif, menyenangkan, dan aplikatif.

‎“Metode ini menekankan Logika Nalar Visual (LNV), di mana siswa diajak memahami aksara Jawa dari bentuk dan karakternya. Dengan begitu, mereka lebih cepat hafal dan mudah mengingat. Cara ini terbukti efektif di berbagai sekolah dan komunitas yang sudah kami latih,” ungkap Fikri.

‎Ia menambahkan, selama ini pelajaran aksara Jawa kerap dianggap sulit baik oleh guru maupun siswa. Dengan “Cara Ngapak”, hambatan tersebut dapat diatasi, sehingga belajar membaca dan menulis aksara Jawa menjadi lebih sederhana.

‎Pengasuh Ponpes Nur Lintang sekaligus Ketua PCNU Temanggung, KH. Muhammad Nurul Yaqin, menyambut baik penyelenggaraan pawiyatan ini.

‎“Aksara Jawa adalah warisan leluhur yang sarat makna. Para ulama terdahulu pun menuliskan dakwahnya dalam serat dan tembang beraksara Jawa, sebagai sarana mendekatkan Islam dengan masyarakat. Karena itu, kegiatan ini sangat penting dalam rangka revitalisasi aksara Jawa di dunia pendidikan,” ujar Gus Nurul.

‎Ia berharap para guru yang mengikuti pawiyatan tidak hanya menguasai teori, tetapi juga memiliki keterampilan pedagogis sehingga mampu menumbuhkan minat siswa dalam belajar aksara Jawa.

‎Sementara itu, Akhmad Fikri AF mewakili YBAM menyampaikan apresiasi kepada PLN atas dukungan penuh terhadap kegiatan ini.

‎“Semoga dukungan berkelanjutan dari PLN tidak hanya menerangi rumah dengan cahaya listrik, tetapi juga mampu menyinari kemajuan aksara dan kebudayaan Jawa,”harapnya.(hi/adb)

Comments