Kiai Muh Tasik Al Hafidz: Berkurban dan Berbagi Perkuat Persaudaraan Warga

0
469
Penyembelihan hewan kurban usai Salat Iduladha

BOYOLALI, Suaranahdliyin.com – Pengasuh Pesantren Madrasatul Quran Beran, Karangjati, Wonosegoro, Boyolali, Kiai Muh Tasik Al Hafidz, mengatakan, Iduladha (kembali berkurban) selaiknya dijadikan sarana mendekatkan diri kepada Allah.

“Di antara teladan dalam Iduladha ialah kisah Nabi Ibrahim yang taat menerima ujian untuk mengorbankan anaknya, Nabi Ismail yang berumur sekitar 13 tahun. Padahal Nabi Imbrahim sedang senang-senangnya sebagai bapak,” katanya dalam khutbah Iduladha di Masjid As Sholihin Beran pada Senin (17/6/2024).

Dikatakannya, Iduladha mesti dijadikan latihan menempatkan diri menjadi manusia, yang siap menerima tantangan.

“Jangan mundur apalagi putus asa atas segala ujian serta tantangan. Agar kita tidak berhenti (stagnan), melainkan kreatif dan bergerak merubah keadaan diri dan lingkungan,” tuturnya.

Kiai Muh Tasik yang juga penasihat Jam’yyatul Qurra’ wal Huffazh (JQH) Majelis Wakil Cabang NU Wonossgoro, berharap agar bersama-sama membudayakan saling berbagi di antaranya berkurban 10 Zulhijjah dan Tasyrik (11-13 Zulhijjah).

“Berkurban dan berbagi menjadi salah satu cara memperkuat persaudaraan (ukhuwah) warga,” terangnya. (sis/ ros, adb)

Comments