Ketua AMALI: Ma’had Aly Harus Dikelola Secara Profesional

0
463
KH Nur Hannan (baju putih, tengah) saat menyampaikan paparan

KUDUS, Suaranahdliyin.com – Kendati sudah mendapat pengakuan dari pemerintah, namun keberadaan Ma’had Aly sebagai lembaga pendidikan tinggi berbasis pesantren, masih belum begitu dikenal. Gaungnya juga belum begitu nampak.

Untuk itulah, ketua Asosiasi Ma’had Aly Indonesia (AMALI), KH Nur Hannan LC MHI, mengemukakan, bahwa pengelolaan Ma’had Aly harus dikelola secara profesional. Dia pun menceritakan pengalamannya dalam ikut mengelola dan mengembangkan Mahad Aly Hasyim Asy’ari, Tebuireng, Jombang dalam upaya mengelola lembaga secara profesional.

“Pertama yang kami lakukan saat rekrutmen dosen, kualifikasi dosen, awal-awal, mininal harus sudah S2 (Magister), punya pengalaman belajar di pesantren, dan pernah belajar di luar negeri, khususnya Timur Tengah,” jelasnya dalam stadium general yang digelar Ma’had Aly Yanbu’ul Qur’an Kudus, Sabtu (30/10/2021).

Di depan para mahasantri pada acara yang berlangsung di Aula Pondok Tahfidh Yanbu’ul Qur’an (PTYQ) Pusat itu, Kiai Hannan dan para pengelola Mahad Aly Hasyim Asy’ari, Tebuireng merasa bersyukur, lantaran mendapatkan dukungan penuh dari pihak yayasan dan pengasuh pondok.

Para mahasantri menyimak paparan Ketua AMALI

“Berkat besarnya dukungan dari yayasan dan pengasuh pondoklah, sehingga Mahad Aly Hasyim Asy’ari bisa sebesar sekarang. (Namun) jangan melihat kondisi sekarang. Pengelolaan Mahad Aly harus dilakukan secara profesional. Jadi ke depan tidak hanya ada yang berminat mendaftar, tetapi kita juga bisa melakukan seleksi ketat (calon mahasantri, red),” tuturnya dalam stadium general yang dihadiri mudir Ma’had Aly Yanbu’ul Qur’an, Gus Ahmad Nashiih SQ SAG itu. (ros/ gie, adb, rid)

Comments