Kepala BNPT Silaturahim dengan Pimpinan Pondok Tebuireng

0
236
Komjen Pol Boy Rafli Amar menyerahkan kenang-kenangan usai silaturahim

JOMBANG, Suaranahdliyin.com – Kepala Badan Nasional Penanggulangan Terorisme (BNPT), Komjen Pol. Dr. Boy Rafli Amar M.H., melakukan kunjungan kerja di Jawa Timur, Selasa (20/10/2020).

Setibanya di Jawa Timur, Kepala BNPT terlebih dahulu mengunjungi makam Presiden ke-4 Republik Indonesia, yakni K.H. Abdurrahman Wahid, dan makam pahlawan nasional sekaligus tokoh Nahdlatul Ulama (NU), KH. M. Hasyim Asyari dan KH. Abdul Wahid Hasyim.

Usai ziarah, mantan Kadiv Humas Mabes Polri ini juga berkesempatan menggelar silaturahmi kebangsaan bersama keluarga besar pimpinan Pondok Pesantren Tebuireng di Jombang, sebagai perwujudan langkah kerja sama antara institusi yang dipimpinnya dengan Pondok Tebuireng.

“Silaturahmi yang bermanfaat ini akan terus kita sosialisasikan dengan mengedepankan nilai-nilai Islam moderat yang rahmatan lil’alamin, tentunyanya dengan semangat ukhuwah di antara anak bangsa, untuk melahirkan generasi bangsa yang memiliki nilai agama dan nilai kebangsaan dengan semangat nasionalisme, agar dapat menyeimbangkan kehidupan negara kesatuan republik Indonesia,” ujarnya.

Pihaknya akan merajut kerja sama dengan Pondok Tebuireng, untuk memberikan pelatihan wawasan kebangsaan kepada para Ustaz-Ustazah, untuk meningkatkan nasionalisme di pesantren.

Dalam pandangannya, Pondok Tebuireng adalah lembaga pendidikan yang sangat penting, memiliki sejarah dan pengaruh besar dalam kemerdekaan Bangsa Indonesia.

“Semangat kebangsaan yang digalakkan oleh para pendiri pondok pesantren ini sepertinya dari sebelum hingga awal kemerdekaan Republik Indonesia, ini akan menjadi modal BNPT dalam menyosialisasikan hal serupa pada masyarakat,” tutup Kepala BNPT.

Pimpinan Pondok Tebuireng, KH. Abdul Hakim Mahfudz (Gus Kikin), menyambut hangat kedatangan Kepala BNPT. Dikatakannya, bahwa dalam Islam, silaturahmi dinilai sangat penting.

“Ini silaturahmi yang sangat berharga, karena menghasilkan satu sinergi yang baik. Di pondok ini diterapkan pelajaran-pelajaran mengenai ukhuwah, menjalin dan menjaga silaturahim,” ungkapnya.

Pondok Tebuireng didirikan KH. Hasyim Asy’ari pada 1899, dan melahirkan tokoh-tokoh yang berpengaruh dalam pendidikan agama di Indonesia. “Pesantren memiliki peran vital dalam membangun bangsa.

“Maka penting bagi pemerintah untuk memperhatikan kurikulum pendidikan dan para pengajar yang memiliki paham kebangsaan dan pengetahuan agama yang seimbang. Pesantren memiliki peran penting dalam mengantisipasi penyebaran sikap intoleransi,” lanjutnya menambahkan.

Kepala BNPT juga akan merajut kerja sama dengan Ponpes Tebuireng untuk memberikan pelatihan wawasan kebangsaan kepada para Ustadz-Ustadzah untuk meningkatkan nasionalisme di Ponpes ini, mengingat Ponpes Tebuireng memiliki sejarah yang penting dan memiliki pengaruh besar dalam kemerdekaan Bangsa Indonesia.

Menziarahi makam Gus Dur

“Semangat kebangsaan yang digalakkan oleh para pendiri pondok pesantren jauh sebelum Indonesia merdeka, ini akan menjadi modal BNPT dalam melakukan sosialisasi kepada masyarakat,” ungkapnya.

Sementara itu, usai menyambangi Pondok Tebuireng, Kepala BNPT Komjen Pol. Dr. Boy Rafli Amar menyempatkan diri juga  berziarah ke makam Pahlawan Nasional dan salah satu pendiri NU, KH. Abdul Wahab Chasbullah. (*/ ibd, ros)

Comments