H. M. Mukhlis
Kades, Tokoh NU dan Pecinta Ahlu Bait itu Berpulang

0
1899
H. M. Mukhlis/ Foto: istimewa

KUDUS, Suaranahdliyin.com – “Saya tidak menyangka beliau pergi secepat itu,” ujar salah seorang kawan yang tak mau disebut identitasnya. Seseorang yang baru saja ditinggalkan kawannya, H. M. Mukhlis.

Dalam pandangannya, H. M. Mukhlis adalah pribadi yang santun dan hormat kepada kaum papa. Jabatan sebagai kepala desa (Kades) Cendono Dawe Kudus, tak membuatnya jumawa. Ia senantiasa menebar senyum dan menyapa siapapun orang yang ditemuinya.

Lebih dari itu, H. M. Mukhlis yang mengembuskan napas terakhirnya pada Rabu (11/11/2020) sekitar pukul 10.00 dan dimakamkan pada pukul 16.00, juga dikenal sebagai tokoh/Rais Pengurus Ranting Nahdlatul Ulama (PRNU) Cendono yang dekat dengan habaib dan para pecinta Rasulullah.

Syaifuddin Zuhri, ketua alumni Pondok TBS Kudus, mengutarakan, H. M. Mukhlis adalah alumnus madrasah Tasywiquth Thullab Salafiyah (TBS) dan mondok di Pondok TBS asuhan KH. Ma’mun Ahmad.

“H. M. Mukhlis lulus madrasah TBS pada 1989, dan nyantri di Ponpes TBS. Ia termasuk santri kinasih KH. Ma’mun Ahmad. Setiap kegiatan pengajian Mbah Yai Ma’mun, dia selalu mendampingi dan menjaganya,” kenangnya.

Dia menjelaskan, setelah lulus dari TBS, H. M.  Mukhlis sempat mondok di Pakis, Tayu, Pati. Kemudian pulang dan bermasyarakat seperti halayak umum. Ia menjadi Kades tiga periode, sampai sekarang.

“Kades Cendono itu juga aktif di organisasi NU, menjadi khatib di masjid Cendono, dan mengajar kajian kitab untuk masyarakat umum. Semangat berbuat kebaikan dan kemajuan, sangat luar biasa. Dan, selalu takzim sama guru dan kiai,” ungkapnya diamini Nailul Falah, Sekretaris Pengurus Pusat IKSAB TBS Kudus.

Prosesi pemakaman almarhum H. M. Mukhlis/ Foto: dokumentasi PP IKSAB TBS Kudus

H. Muhtamat, salah satu alumnus Madrasah TBS Kudus, mengaku kehilangan sosok aktivis, kader NU, sekaligus seorang Kades dengan dedikasi kuat untuk kemajuan masyarakat, mudah berkomunikasi dengan siapapun.

“H. M. Mukhlis sosok inspiratif dan bersahaja yang layak diteladani, terlebih oleh para lulusan madrasah TBS,” tuturnya. (rid, mail, gie, luh/ adb, ros)

Comments