
TEMANGGUNG,Suaranahdliyin.com – Memperingati Hari lahir (Harlah) ke-199 tahun Masehi Nahdlatul Ulama, Ribuan kader NU Kabupaten Temanggung memadati Alun-alun dalam Apel dan Parade 10.000 Kader, Sabtu Pagi (31/01/2026). Pada momentum bersejarah ini menjadi ajang penegasan komitmen NU sebagai pilar utama Islam rahmatan lil alamin sekaligus penjaga Negara Kesatuan Republik Indonesia (NKRI).
Ketua PC NU Temanggung KH Muhammad Nurul Yakin mengatakan bahwa NU konsisten menjalankan ajaran Islam Wasatiyah (Islam jalan tengah) yang tidak ekstrem ke kanan maupun ke kiri.
“Islam yang adil, seimbang, moderat, dan bijaksana dalam menyikapi perbedaan. Nahdatul Ulama mengajarkan kita untuk tegas dalam prinsip, namun lembut dalam cara,” kata KH Nurul Yakin.
Rais PCNU Temanggung KH Muhammad Furqan Mazhur menambahkan bahwa lahirnya NU pada 31 Januari 1926 adalah respon terhadap munculnya ekstremisme dan runtuhnya kiblat peradaban Islam dengan jatuhnya Turki Utsmani tahun 1924.
“Hadratus Syekh Hasyim Asy’ari beserta para kiai mendirikan NU untuk menjaga peradaban Islam yang rahmatan lil alamin,” jelasnya.
Bupati Temanggung Agus Setiawan dalam sambutannya menegaskan apel ini bukan sekadar seremonial. “Ini adalah pernyataan sikap bahwa kader Nahdatul Ulama siap menjadi garda terdepan menjaga persatuan, merawat toleransi, dan menolak segala bentuk radikalisme, ekstremisme, serta ujaran kebencian yang dapat merusak keutuhan bangsa,” ujar Bupati.
Pemerintah Kabupaten Temanggung menyampaikan apresiasi tinggi atas peran strategis NU dalam menjaga kondusivitas daerah dan menjadi mitra pembangunan. “Mari kita rawat Temanggung sebagai daerah yang aman, damai, religius, dan berkemajuan dengan spirit Islam yang menyejukkan dan mempersatukan,”imbuh Bupati Agus Setiawan.
Acara yang berlangsung dua hari ini dihadiri oleh Wakil Bupati, Ketua DPRD, jajaran Forkopimda, serta pengurus NU dari 20 MWC dan 289 ranting se-Kabupaten Temanggung.
Seluruh peserta menyerukan yel-yel “NU, NKRI Harga Mati, Pancasila Jaya, Aswaja Akidah Kita, NU Temanggung Maju, Modern dan Maslahat” sebagai bentuk komitmen kebangsaan.(Ibd/adb)







































