IAIN Kudus Kukuhkan Dua Guru Besar

0
347
Pengukuhan Prof. Dr. H. Abdurrohman Kasdi, Lc., M.Si. dan Prof. Dr. H. Ihsan, M. Ag.. Penetapan Prof. Dr. H. Abdurrohman Kasdi, Lc., M.Si. sebagai Guru Besar Bidang Ilmu Hukum Islam IAIN Kudus

KUDUS, Suaranahdliyin.com – Rektor IAIN Kudus Dr. H. Mudzakir, M.Ag melalui sidang senat terbuka mengukuhkan dua guru besar di Aula lantai 4 gedung Perpustakaan IAIN Kudus, Sabtu (11/03/22).

Keduanya ialah Prof. Dr. H. Abdurrohman Kasdi, Lc., M.Si. dan Prof. Dr. H. Ihsan, M. Ag.. Penetapan Prof. Dr. H. Abdurrohman Kasdi, Lc., M.Si. sebagai Guru Besar Bidang Ilmu Hukum Islam berdasarkan Keputusan Menteri Pendidikan, Kebudayaan Riset dan Teknologi RI Nomor 74498/MPK.A/KP.05.01/2021, terhitung mulai tanggal 1 Oktober 2021.

Sedangkan Prof. Dr. H. Ihsan, M. Ag. sebagai Guru Besar Bidang Ilmu Pendidikan Islam berdasarkan Keputusan Menteri Agama RI, Nomor 061572/B.II/3/2021, yang menjadi 1 dari 15 guru besar yang ditetapkan oleh Kementerian Agama, terhitung mulai tanggal 1 Desember 2021.

Rektor IAIN Kudus dalam sambutannya mengapresiasi pencapaian ini. Menurutnya perguruan tinggi tidak hanya sekadar berfungsi mencetak sarjana, master, maupun doktor. Melainkan juga berfungsi mendorong peningkatan kualitas sumber daya manusia dan membantu menyelesaikan berbagai persoalan di masyarakat.

“Maka pencapaian sebagai guru besar diharapkan dapat memberikan sumbangsih yang lebih besar kepada kampus dan masyarakat,” terangnya.

Selain itu, Mundakir berharap kedua guru besar dapat menjadi pelopor inovasi Tridharma Perguruan Tinggi baik melalui pendidikan, riset, dan pengabdian kepada masyarakat. Karya-karya besarnya ditunggu dan diharapkan semua pihak khususnya bagi IAIN Kudus mewujudkan visi besar.

“Yakni menjadi global university dan perguruan tinggi berkelas dunia” harapnya.

Lebih lanjut Mundakir menyampaikan bahwa pengukuhan guru besar ini merupakan salah satu bagian dari upaya IAIN Kudus dalam proses percepatan transformasi menuju UIN. IAIN Kudus menargetkan capaian guru besar sampai tahun 2022 adalah 3% atau sebanyak 6 orang.

“Alhamdulillah 3 orang sudah dikukuhkan, dan masih ada 3 lagi yang sedang dalam proses pengusulan dan menunggu penetapannya,” sebutnya.

Sementara itu, Bupati Kabupaten Kudus, H.M. Hartopo, S.T., M.M., M.H. berharap akan semakin banyak guru besar yang lahir di Kabupaten Kudus ini.
“Tentunya ini menjadi inspirasi bersama, mudah-mudahan bukan hanya kuantitas guru besarnya, tetapi kualitas, sumber daya manusianya yang perlu ditingkatkan,” katanya.

Selain itu dengan bertambahnya guru besar di IAIN Kudus ilmunya dapat diturunkan kepada mahasiswa sehingga menghasilkan alumni dan sarjana yang berkualitas di bidangnya masing-masing.

“Ini menjadi inspirasi, belajar tidak pernah mengenal waktu, tidak pernah mengenal umur, marilah kita yang ada kesempatan belajar, belajarlah hingga akhir hayat,” pesannya.

Pada Pengukuhan tersebut Prof. Abdurrohman menyampaikan orasi ilmiah yang berjudul Fatwa Dan Otoritas Keagamaan: Prospek Hukum Islam di Indonesia pada Era Digital. Sedangkan Prof. Ihsan menyampaikan orasi ilmiah dengan judul “Pendidikan Moderasi Beragama Model Madrasah Pesantren”.

Turut hadir dalam pengukuhan tersebut Forkopimda Kudus, Kasubdit Sarpras dan Kemahasiswaan Diktis Kemenag RI, Kasubdit Ketenagaan Diktis Kemenag Ri, Kasi Kemahasiswaan Subdit Sarpras dan Kemahasiswaan Diktis Kemenag RI, para Rektor Perguruan Tinggi Keagamaan Negeri maupun swasta, dan para Ketua Ormas Kab. Kudus dan Kab Demak.(rls/rid)

Comments