H Nizanul Falih: Gunakan Kesempatan di Maroko untuk Menempa Diri

0
229
Santri yang akan belajar ke Maroko foto bersama guru usai penglepasan secara sederhana

KUDUS, Suaranahdliyin.com – Sebanyak tiga lulusan MA NU Tasywiquth Thullab Salafiyah (TBS) Kudus, segera bertolak ke Maroko, seiring dengan didapatnya “tiket” beasiswa untuk studi di sana.

Tiga lulusan MA NU TBS Kudus yang segera berangkat ke Maroko itu, adalah Muhammad Valentino Saputra (Peganjaran, Bae, Kudus) dan Muhammad Choirul Fadil Al-Amin (Bulakwaru, Tarub, Tegal) yang bakal studi ke Maroko berbekal tiket beasiswa PBNU.

Sedang satu lulusan MA NU TBS Kudus lain, yakni Muhammad Rashief Fawaz (Pagersari, Purwontoro, Wonogiri), berhasil meraih beasiswa belajar ke Maroko melalui jalur Kementerian Agama (Kemenag).

Staf pengajar MA NU TBS Kudus, H Nizanul Falih Lc MA, dalam penglepasan sederhana kepada para santri yang segera bertolak ke Maroko, berpesan agar mereka bisa memanfaatkan kesempatan yang baik untuk menempa diri dngan belajar kepada para pakar (ulama/ cendekiawan) Islam di Maroko.

“Bekal (ilmu yang telah dipelajari, red) di madrasah dan pondok, bisa dikembangkan di sana (Maroko),” katanya dalam penglepasan secara sederhana di ruang pertemuan Kantor Kepala MA NU TBS Kudus, Kamis (22/9/2022) lalu.

H Nizanul Falih menyampaikan, bahwa Maroko merupakan salah satu pusat ilmu agama Islam di dunia. “Jangan lupa bermulazamah dengan para ulama di sana, sering-seringlah ke perpustakaan dan ikuti halaqah-halaqah keilmuan,” ujarnya.

Sementara itu, penglepasan sederhana terhadap para santri yang akan segera terbang ke Maroko, antara lain dihadiri KH Himam Awaly Lc, KH Nizanul Falih, Kiai Arif Murtandho, Kiai Noor Yasin, KH Suudi Hasyim dan Kiai Irsyad Roqiyyul Azmi. (rls/ ros, adb, mail)

Comments