Surat dari Regol Ngabul
Fenomena (Menarik) Dunia Intelektual

0
645
H. Hisyam Zamroni / wakil ketua PCNU Kabupaten Jepara

“RAMAINYA” dunia politik Indonesia, membawa dampak yang luar biasa dalam perikehidupan, khususnya dalam dunia intelektual atau ilmu pengetahuan.

Fenomena ter-greess yang kita saksikan adalah tentang pro – kontra “vaksin Nusantara”, dan hal – hal lain, yang menjadikan kita “orang awam” melihat “jungkir balik saltonya” dunia intelektual.

Nalar Intelektual, walaupun tidak melulu vis a vis antara setuju dan tidak setuju, tetapi nalar “kesetujuan” dan “ketidaksetujuan” seorang intelektual harus dilakukan melalui proses panjang, atau dengan cara sederhana, yakni ada “tesa”, lalu muncul “antitesa”, kemudian tercipta “sintesa”.

Kerangka sederhana (tesa – antitesa – sintesa) ini, nampaknya “dilalaikan” dunia intelektual  sebagaimana yang saya contohkan tentang penelitian vaksin Nusantara, yang, apabila tidak setuju, seharusnya “diimbangi” dengan penelitian baru, sehingga muncul dinamika persaingan intelektual yang membangun. Atau dengan bahasa renyahnya yaitu terjadi “fastabiqul khairat” di dunia intelektual.

Namun, yang kita lihat sekarang, justru nampak seperti ada “demam medsos” yang vulgar, di mana kesetujuan dan ketidaksetujuan “diomongkan” di medsos, tanpa menggunakan “kaidah dan tradisi intelektual yang mencerahkan.

Tentunya, kita juga bisa melihat banyak intelektual di bidang lain, yang “tersandra” oleh “hiruk pikuk” medsos, yang, mungkin justru tidak disadari, bahwa inteltektual berubah menjadi “tontonan” ketimbang “upaya serius” mengembangkan dan menciptakan ilmu pengetahuan baru untuk kemaslahatan bangsa dan negara.

Ya, kesadaran “berintelektual” memang sangat berat, karena jika tidak menjadi “hobi” dan dinikmati dengan kesadaran tinggi, hambatannya yang paling serius adalah adanya “kejenuhan intelektual”.

Maka, mari sama – sama kita dorong para pemegang kunci ilmu pengetahuan kembali ke “barak” laboratorium penelitian”, dengan menyiptakan ilmu pengetahuan baru, agar ilmu pengetahuan terus maju dan berkembang. (H. Hisyam Zamroni, wakil ketua PCNU Kabupaten Jepara)

 

Comments