Empat Pembagian Alam Lain Menurut KH. M. Sya’roni Ahmadi

0
916
KH. M. Sya’roni Ahmadi/ Mustasyar PBNU

KUDUS, Suaranahdliyin.com – Mustasyar PBNU, KH. Muhammad Sya’roni Ahmadi menjelaskan empat jenis pembagian alam yang diciptakan Allah, dalam pengajian tafsir al-Quran surat Al-An’am ayat 59-75 di Masjid Jami’ Al Aqsha Menara Kudus, Jumat (25/10/19).

“Ada alam nasut, alam malakut, alam jabarut dan alam lahut,” kata murid KH. Muhammad Arwani Amin Kudus ini.

Alam nasut, kata Kiai Sya’roni, adalah alam yang kita tempati. Yakni bisa dilihat dan bisa disentuh secara lahir. Contohnya, segala yang ada di bumi. “Alam nasut disebut juga dengan istilah dzahir,” jelasnya.

Urutan kedua yakni alam malakut. Menurut ulama ahli tafsir tersebut, alam ini ada kemungkinan bisa dilihat tetapi tidak bisa disentuh. Contohnya seperti segala hal yang ada di langit. “Alam ini disebut juga alam batin,” ungkapnya.

Kemudian ketiga, alam jabarut. Yakni alam yang sering kita dengar penggambarannya melalui wahyu atau hadits tetapi kita sendiri belum pernah lihat dan belum pernah menyentuh keberadaannya. “Jabarut disebut juga alam sirri, contohnya surga dan neraka,” terang Mbah Sya’roni.

Lalu keempat, alam lahut. Kata Mbah Sya’roni, lahut merupakan jenis alam yang tidak bisa dilihat ataupun disentuh. Ini merupakan alam paling rahasia yang hanya diketahui oleh Allah. “Disebutnya alam sirru sirri, tidak bisa disentuh dan dilihat,” tuturnya.

Pada kesempatan ini, Mbah Sya’roni juga menjelaskan proses pencarian Tuhan yang dilakukan oleh Nabi Ibrahim. Yang dimulai dari saat sang Khalilullag itu melihat Bulan, Matahari dan seterusnya hingga benar-benar “bertemu” dengan Allah. (rid/ adb, ros)

Comments