Webinar STAINU Purworejo
Diulas, Tips Mengubah Skripsi menjadi Artikel Ilmiah

0
771
Webinar STAINU Purworejo

PURWOREJO, Suaranahdliyin.com – LP3M STAINU Purworejo menyelenggarakan webinar bertajuk “Menguatkan Literasi di Tengah Pandemi”, dengan narasumber Cintya Nurika Irma (dosen Universitas Peradaban) dan Hamidulloh Ibda (Kaprodi PGMI STAINU Temanggung).

Ketua STAINU Purworejo, Mahmud Nasir, mengapresiasi webinar tersebut, sebagai agenda rutin diskusi dosen. “Ini adalah bentuk MoA dengan STAINU Temanggung, karena beberapa tahun lalu sudah melakukan MoU dengan STAINU Temanggung. Kita melakukan tindak lanjut riil atas kerja sama itu, salah satunya melalui kegiatan ini,” katanya, Selasa (7/7/2020).

Ketua LP3M STAINU Purworejo Saifudin Zuhri, menyampaikan, kegiatan ini merupakan salah hal untuk meningkatkan kualitas literasi di kalangan dosen dan mahasiswa. “Agar iklim literasi sivitas akademika semakin baik,” ujarnya.

Cintya Nurika Irma, pada kesempatan itu menjelaskan tentang strategi mengintensifkan penulisan skripsi. “Di tengah pandemi, waktunya banyak di rumah. Namun mengapa penulisan skripsi kok tidak maksimal? Maka, harus ada komunikasi antara mahasiswa yang dibimbing dengan pembimbing,” katanya.

Selain itu, lanjutnya, kini banyak tersedia litetatur online. Itu juga memudahkan dalam menyelesaikan penulisan skripsi. “Pembimbing dan mahasiswa, harus punya komitmen, bahwa saat ini saya adalah periset yang harus menunjukkan novelty,” ungkapnya.

Perlu juga, menurut dia, tukar menukar literatur atau buku antara pembimbing dan mahasiswa. “Karena harus diingat, pembimbing dan mahasiswa itu tim,” paparnya.

Hamidulloh Ibda, memaparkan materi “Mengubah Skripsi Menjadi Artikel Ilmiah di Jurnal Ilmiah”. Menurut reviewer JRTIE IAIN Pontianak itu, karya tulis ilmiah merupakan tulisan akademis (academic writing), ditulis kalangan akademisi perguruan tinggi/lembaga pendidikan, dosen, mahasiswa, guru, pelajar, atau peneliti, untuk mengembangkan ilmu pengetahuan dan teknologi berupa penjelasan (explanation), prediksi (prediction), dan pengawasan (control).

“Tidak hanya skripsi yang bisa menjadi artikel ilmiah, namun juga tesis, disertasi, riset, atau tugas akhir untuk mahasiswa D3. Luarannya bisa berupa artikel ilmiah yang dipublikasikan di jurnal ilmiah, prosiding seminar, buku, dan lainnya,” terang koordinator Gerakan Literasi Ma’arif NU Jawa Tengah itu.

Terkait teknis mengubah skripsi jadi artikel ilmiah, jelasnya, dapat dilakukan dengan beberapa langkah. Pertama, memilih jurnal ilmiah tujuan (author guidelines, focus and scope, dan lainnya); Kedua, download template; Ketiga, kolaborasi dengan pembimbing; Keempat, mengubah skripsi sesuai pedoman penulisan di template jurnal ilmiah yang akan dituju untuk disubmit. Kelima, register, login, submit; Kelima, review, peer review, publish.

Untuk anatomi artikel ilmiah, katanya, secara umum ada IMRAD, yaitu introduction, method, serta result and discussion yaitu hasil dan pembahan. “Jika dirangkai dalam artikel ilmiah, ya, secara umum mulai dari judul, abstrak, introduction, method, result and discussion, simpulan, dan daftar pustaka,” ungkapnya.

Sedang aspek lain, kata Ibda, pahami gaya selingkung/ author guidelines, instal aplikasi manajemen referensi (Mendeley, Zotero), instal aplikasi/ kunjungi laman cek plagiasi, lalu submit, review dan publish. (wew/ ibd, ros, rid, adb)

Comments