
BAWEAN, Suaranahdliyin.com — Kebersamaan hangat dan momentum langka nampak di Desa Grejeg, desa terkecil di Pulau Bawean.
Sebanyak 17 ayah bersama 17 anak PAUD menghadiri kegiatan pengabdian masyarakat bertajuk “Parenting: Pentingnya Peran Ayah dalam Pengasuhan Anak Usia Dini” serta pengenalan Alat Permainan Edukatif (APE) pada Senin (3/08/2026) lalu.
Kegiatan yang digagas oleh mahasiswa Kuliah Kerja Nyata (KKN) Universitas Islam Darul ‘Ulum (Unisda) Lamongan dengan pembicara DPL sendiri yaitu Aisyah Durrotun Nafisah MPd ini diikuti peserta dengan antusias.
Acara digelar dilatarbelakangi oleh pentingnya keterlibatan figur ayah (father involvement) dalam tumbuh kembang anak sejak usia dini. Selama ini, peran pengasuhan kerap kali diidentikkan hanya dengan tugas ibu. Melalui forum ini, para ayah diajak untuk lebih aktif mendampingi, berinteraksi, serta bermain bersama anak menggunakan Alat Permainan Edukatif (APE).
“Desa Grejeg mungkin menjadi desa terkecil di Pulau Bawean dengan populasi anak PAUD sebanyak 17 anak. Namun, antusiasme warga, khususnya para ayah, sangat luar biasa. Hadirnya seluruh ayah bersama anak-anak mereka membuktikan komitmen tinggi masyarakat dalam mendukung masa depan tumbuh kembang buah hati,” ujar Aisyah Durrotun Nafisah selaku DPL.
Acara diawali dengan penyampaian materi edukatif tentang pentingnya kehadiran emosional dan fisik seorang ayah bagi perkembangan kognitif maupun karakter anak. Dilanjutkan dengan sesi interaktif pengenalan APE, di mana para ayah diajak langsung mendampingi anaknya mencoba berbagai permainan edukatif.
Melalui kegiatan ini, diharapkan kesadaran masyarakat khususnya para ayah di Pulau Bawean akan pentingnya pola pengasuhan positif (mindful parenting) dapat terus meningkat, sehingga mampu menciptakan generasi penerus yang cerdas, berkarakter, dan berdaya saing. (rls/ fis, ris, adb, rid)










































