Diikuti 1100 Peserta, Kirab Merah Putih Padukan Ragam Budaya Kudus

0
434
Kirab Merah Putih kebangsaan desa Jepang mengambil start balai jagong Wergu

KUDUS, Suaranahdliyin.com –   Sekitar 1100 peserta dari 18 kontingen warga mengikuti Kirab Merah Putih Kebangsaan di Desa Jepang Pakis, Kecamatan Jati, Kabupaten Kudus,Ahad (07/05/2023). Dalam kirab yang mengambil start Balai jagong desa Wergu itu, mereka mengarak bendera merah putih sepanjang puluhan meter sambil mengumandangkan salawat dan semangat kebangsaan.

Kontingen kirab terdiri dari beragam elemen masyarakat yang bekerja sama dengan Desa Jepang Pakis. Kegiatan ini berlangsung secara meriah dengan memadukan budaya Jawa, Tionghoa dan Islam tergabung jadi satu dalam kegiatan Kirab Merah Putih.

Kirab merah putih ini digelar sebagai  bentuk rasa syukur sekaligus api semangat atas kerukunan masyarakat se-Kecamatan Jati. Kirab ini juga sebagai upaya menjaga Islam Rahmatan Lil Alamin dan kesatuan masyarakat Indonesia.

Ketua Panitia Pelaksana, Mahrus mengatakan bahwa kegiatan ini tidak hanya berupa kirab kebangsaan saja, namun ada pula pengajian  pelaksanaan kirab kebangsaan dan pengajian akbar. Maulid nabi ini berangkat dari tokoh kebangsaan Maulana Habib Luthfi bin Ali bin Yahya Pekalongan.

“Kirab ini mengundang para tokoh-tokoh ulama dan habaib di Kudus, seperti ketua NU, Kyai H. Asnawi, Kyai H. Khalim dan masih banyak lagi.” Ungkapnya.

Menurut keterangan Mahrus, kirab ini memiliki perpaduan budaya Indonesia dengan menunjukkan semangat kesatuan masyarakat Indonesia dalam Bhinneka tunggal Ika. Meskipun budaya dari setiap kelompok berbeda, tidak menjadi alasan untuk saling memecah belah.

“Seperti barongsai, reog, kemudian tadi ada pemangku punden dan belik se-Kecamatan Jati, ini menunjukkan akulturasi budaya di Kudus, ternyata semua bisa kompak dalam satu agenda,” kata dia.

Grup kesenian Reog Ponorogo meramaikan kirab Kebangsaan di Kudus

Agenda yang diinisiasi oleh Kanzus Sholawat Angudi Barokahe Gusti Kudus ini diharapkan dapat menjadi pembelajaran dan teladan bagi masyarakat, sekaligus sebagai hiburan bagi masyarakat Kudus.

“Kita patut bersyukur atas kenikmatan yang diberikan Tuhan, oleh sebab itu kita harus bisa menjaga persatuan, kerukunan, dan kebhinekaan di setiap tempat,” ungkapnya.

Sebagai informasi, perjalanan kirab yang dimulai sejak pukul 14.00 wib ini melewati jalan Loram Wetan menuju Jalan Budi Utomo dan finish di Griya Transit Desa Jepangpakis, Kecamatan Jati Kudus.

Sejumlah kontingen organisasi masyarakat seperti NU, Muslimat, Ansor, Banser, Fatayat dan IPNU IPPNU se-kec Jatu turut menyemarakkan kirab. (hasna/adb)

Comments