
KUDUS, Suaranahdliyin.com – Pergerakan Mahasiswa Islam Indonesia (PMII) Rayon Tarbiyah UIN Sunan Kudus berkolaborasi dengan komunitas untuksesama menggelar kegiatan pendampingan psikososial di lokasi Posko Bencana Muslimat NU Loram Kulon, Selasa (20/1/2026) malam. Para kader PMII menghibur 55 anak usia 6-12 tahun korban banjir dengan berbagai permainan dan melukis untuk menyalurkan ekspresi anak-anak.
Menurut Ketua PMII Rayon Tarbiyah UIN Sunan Kudus Abdul Manan, inisiatif ini lahir dari kepedulian kader PMII terhadap kesehatan mental anak pascabanjir, sekaligus mengimplementasikan Nilai Dasar Pergerakan (NDP) PMII, khususnya hablum minannas.
“Ini juga pengimplementasian dari NDP PMII (Nilai Dasar Pergerakan) yaitu Hablum Minan Nass (hubungan dengan manusia) dimana kita di PMII diajarkan apa itu yang namanya hubungan dengan manusia jadi sebagai pengimplementasian nilai-nilai yang ada di PMII,”ujarnya.
Abdul Manan mengatakan dalam mendukung psikososial anak ini dengan melakukan beberapa konsep, yang pertama menghibur dulu anak-anak lewat ice breaking dan juga permainan.
“Setelah itu kita memberikan anak-anak sebuah totebag beserta alat untuk menggambar, ekspresi dari anak-anak dituangkan kedalam lukisan yang dibuat di totebag yang sudah disediakan. Totebag lukisan menjadi media utama bagi anak-anak mengekspresikan perasaan mereka,” tambahnya.
Dampak kegiatan ini, kata dia, secara langsung terasa karena anak-anak tampak senang dan terhibur. “Apalagi disediakan bahan melukis meng-ekspresikan diri,”ungkap Abdul Manan.
Meski ada tantangan dalam mengondisikan anak-anak, kegiatan tetap berjalan maksimal berkat kerjasama tim. Tim PMII cepat beradaptasi dengan kesabaran. Hasilnya, semua anak antusias mengikuti kegiatan ini hingga acara usai.
Ke depan, PMII Rayon Tarbiyah berencana lanjutkan pendampingan berkelanjutan dan ajak masyarakat Kudus peduli psikologis anak korban bencana. “Ke depannya, PMII Rayon Tarbiyah tidak ingin berhenti pada kegiatan sesaat. Kami juga berusaha merencanakan program pendampingan psikososial berkelanjutan bagi anak-anak terdampak bencana yang menjadi sebuah implementasi nilai-nilai yang ada di PMII,”tandas Abdul Manan.
Pihaknya mengajak seluruh elemen masyarakat ataupun komunitas yang ada di Kudus supaya sama-sama peduli terhadap kondisi psikologis anak. “Bencana tidak hanya meninggalkan kerusakan fisik, tetapi juga luka batin, terutama bagi anak-anak,”ungkapnya.
(Umi Saidatun Nisa, Mahasiswi Prodi Komunikasi dan Penyiaran Islam, Fakultas Dakwah dan Komunikasi Islam, UIN Sunan Kudus)








































