Ramadan Barakah
Di Banyumas, Guru Madrasah Kumpulkan Donasi untuk Anak Yatim

0
180
Penyerahan santunan untuk anak yatim

BANYUMAS, Suaranahdliyin.com – Masa pandemi pada akhir ramadan 1441 hijriyah, dimanfaatkan sebagian pihak untuk memperbanyak sedekah. Tak terkecuali bagi guru Madrasah Ibtidaiyah Al Islam Bogangin Sumpiuh Banyumas yang bergotong royong mengumpulkan donasi.

Program madrasah peduli ini berupa pemberian bantuan untuk anak yatim di desa Bogangin. Seluruh guru madrasah terlibat dalam penggalangan dana yang diambilkan dari honor bulanan hasil mengajar.

Kepala Madrasah, Catur Wahyono, mengutarakan, semua guru secara sukarela menyisihkan sebagian honor bulanan untuk didonasikan. Akumulasi setiap tahun dijumlahkan dan dibelanjakan dalam bentuk bingkisan.

“Program ini sebagai bentuk kepedulian guru terhadap anak yatim yang membutuhkan uluran tangan. Madrasah berkepentingan mengakomodasi bantuan untuk mewujudkan rasa kepedulian sosial, terlebih di masa pandemi ini,” jelasnya, Rabu (20/5/2020) lalu.

Catur mengemukakan, bantuan didistribusikan secara langsung ke rumah penerima, untuk mengurangi kerumunan sesuai aturan protokol kesehatan pencegahan covid-19.

Saat pendistribusian bantuan, lanjut Catur, tidak semua lokasi penerima mudah dijangkau. Guru harus naik turun menyusuri jalan terjal yang tidak bisa dilalui kendaraan roda dua.

“Semoga bantuan ini mampu meringankan beban ekonomi keluarga. Madrasah akan terus berupaya untuk lebih dekat dengan masyarakat, membantu sesama dan selalu menebar manfaat,” harapnya.

Ketua Pengurus Cabang Lembaga Pendidikan Ma’arif NU Kabupaten Banyumas, Fauzi, dalam seruannya menyambut tahun pelajaran 2020/2021 menyampaikan setiap satuan pendidikan Ma’arif harus mampu menyesuaikan situasi dan kondisi di lapangan saat masa pandemi.

“Masa penerimaan siswa baru harus patuhi petunjuk protokol kesehatan. Gunakan media online sebagai sarana pendaftaran siswa baru yang lebih mudah dan aplikatif,” imbaunya.

Guru Banyumas peduli anak yatim

Fauzi juga meminta seluruh komponen satuan pendidikan agar tetap bersabar hadapi pandemi. Dalam kesabaran itu, munculkan ide kreatif pembelajaran dan upaya persuasif untuk lebih dekat dengan masyarakat.

“Masa pandemi harus dihadapi secara bijak. Lakukan hal positif untuk tetap produktif dalam menjalankan tugas pendidikan di sekolah atau madrasah Ma’arif,” pesannya. (rls/ ibda, ros, adb)

Comments