Berziarah ke Makam Mbah Malik, Tokoh Ulama Sufi di Banyumas

0
639
Makam mbah Malik berada di belakang masjid ini di dukuh Kedungparuk desa Ledug kecamatan Kembaran, Banyumas i

BANYUMAS, Suaranahdliyin.com – Jika berkunjung ke Purwokerto, tak elok rasanya jika tidak menziarahi makam waliyullah Mbah Malik di Banyumas. Mbah Malik merupakan salah satu ulama yang masih menjadi keturunan dari Pangeran Diponegoro

Makam Mbah Malik berada di bangunan yang cukup tertutup, tepatnya di belakang Masjid di dukuh Kedungparuk desa Ledug kecamatan Kembaran, Banyumas. Makam ini sudah dibuka untuk umum sejak tahun 1980-an.

Anak keturunan ketiga atau cicit dari Mbah Malik, Muhammad Subkhi As’adi menceritakan sosok Mbah Malik begitu disegani oleh masyarakat sekitar pada waktu itu. Peranannya dalam mengajarkan ilmu agama, pendidikan dan membantu ekonomi masyarakat sekitar.

Oleh masyarakat, Mbah Malik dan ayahnya Mbah Ilyas lebih dikenal dengan sebutan Simbah gunung. Pasalnya Mbah Ilyas lah yang mbabat alas daerah pegunungan tersebut kemudian mendirikan pondok toriqot Naqsyabandiyah Mujaddadiyah Kholidiyah.

“Dulu di sini belum ada pemukiman, Mbah Ilyas yang babat alas dan membuat pondok di sana, sampai dilanjutkan keturunannya sampai sekarang seperti ini,” cerita Gus Subkhi.

Pintu makam mbah Malik,tokoh sufi di Banyumas

Ketika berziarah, ia melanjutkan, ada beberapa peraturan yang pelu ditaati oleh para peziarah. Misalnya tidak boleh ziarah habis magrib dan pada waktu kegiatan tawajjuhan berlangsung.

“Karena letak pondok dan makam bersebelahan, jadi biar tidak menggangu santri yang tawajjuhan, yaitu hari Selasa siang dan Jumat siang,” terangnya.

Di depan pagar makam, juga terpampang tulisan arab yang menjadi wasiat atau pesan Mbah Malik kepada para santrinya. Diantaranya jangan meninggalkan sholat, jangan meninggalkan Al-Qur’an dan jangan meninggalkan sholawat.

“Tiga pesan itu yang terpenting dan harus selalu diingat dan dilakukan,”ungkapnya.(sim/adb,rid)

Comments