Batasi Anak Main Gawai

0
182

ADA satu hal yang tentu sangat merisaukan para orang tua saat ini, dengan belum dibukanya sekolah maupun kuliah secara tatap muka, karena pandemi. Satu hal yang merisauiak itu adalah gawai (handphone).

Diakui atau tidak, anak-anak kini, walaupun pihak sekolah dan lembaga pendidikan lain menyelenggarakan pembelajaran daring, namun kebanyakan kurang konsens terhadap materi yang disampaikan.

Gawai yang tiap hari dipegang, lebih banyak dipergunakan untuk bermain game dan permainan lainnya, yang justru jauh dari kemanfaatan, dalam hal untuk peningkatan pengetahuan (wawasan) anak.

Dengan setiap hari bercengkerama dengan gawai, anak justru lebih banyak membuang waktu mereka untuk bermain hal-hal yang kurang bermutu. Bahkan sampai ada yang bergerombol bersama teman-temannya, hanya untuk mencari wifi gratis yang bisa didapat.

Harus diakui pula, bahwa di era pandemi ini, gawai menjadi salah satu sarana penting, bahkan utama, dalam proses pembelajaran. Namun jika orang tua tidak mengawasi anak, maka buntutnya bisa jadi bumerang.

Maka pengawasan terhadap anak saat bermain gawai, menjadi hal yang tidak bisa ditawar. Selain itu, pembatasan terhadap anak dalam membawa dan bermain gawai, juga menjadi sebuah keniscayaan.

Pada saat pembelajaran, silakan anak-anak membawa gawai, karena itu jelas peruntukannya. Tetapi di luar untuk pembelajaran dan mangakses informasi dari pihak sekolah dan lembaga pendidikan terkait, maka pembatasan dan pengawasan ketat harus dilakukan.

Pembatasan dan pengawasan ketat terhadap anak ini harus dilakukan, agar mereka bisa memanfaatkan perangkat digital itu secara baik, dan bukan sebaliknya, terhegemoni oleh teknologi digital itu. (redaksi)

Comments