Suyitman, Guru MTs Negeri 1 Kebumen yang Produktif Menulis

0
760
      Suyitman/ Dokumentasi pribadi

KEBUMEN, Suaranahdliyin.com – Sejak kecil, cita – citanya memang menjadi seorang pendidik (guru), yang kemudian terwujud, kendati jalan untuk meraih cita-citanya itu, cukup berliku.

Adalah Suyitman, guru MTs Negeri 1 Kebumen, yang dalam dunia penulisan, tidak diragukan lagi kemampuannya. Paling tidak, itu dibuktikan dengan sejumlah karya buku dan penghargaan yang pernah diraihnya.

Karya-karyanya antara lain Cerpen dan Dongeng Minuman Nusantara (2017), Terjebak di Negeri Jajan (2018), Tantangan Buku Kuno (2019), Puteri Resik (2019), serta Monster Kasur (2019). Itu belum terhitung artikel-artikel yang ditulis oleh lulusan IAIN Walisongo Semarang, yang semasa mahasiswa aktif di Surat Kabar Mahasiswa (SKM) AMANAT.

Cerpen dan Dongeng Minuman Nusantara mendapatkan penghargaan dari Kepala Badan Pengembangan dan Pembinaan Bahasa Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan sebagai penulis buku yang terpilih dalam Sayembara Penulisan Bahan Bacaan Literasi, Gerakan Literasi Nasional (GLN) 2017,” terang Suyitman yang menempuh studi Pascasarjana (S-2) di UIN Alauddin, Makassar.

Pada 2018, Suyitman juga mendapatkan penghargaan dari Kepala Badan Pengembangan dan Pembinaan Bahasa Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan sebagai penulis buku berjudul “Terjebak di Negeri Jajan yang terpilih sebagai buku bacaan literasi dalam rangka GLN 2018.

“Pada 2019, saya mendapatkan penghargaan dari Kepala Badan Pengembangan dan Pembinaan Bahasa Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan, sebagai penulis terpilih dalam seleksi Penulis Bahan Bacaan Literasi Baca-Tulis dalam rangka GLN 2019 dengan buku berjudul Misteri Buku Kuno, Puteri Resik, serta Monster Kasur,  jelasnya yang meraih juara I Nasional Lomba Artikel Pendidikan Keluarga yang diselenggarakan Kemdikbud pada 2019.

Hingga kini, Suyitman tak lelah menulis untuk menghasilkan karya-karya terbaiknya untuk Negeri. Bekal menulisnya sendiri, terasah semenjak dia belajar di SKM AMANAT IAIN Walisongo Semarang, dan kemudian sempat menjadi Wartawan Majalah Marka Dirlantas Polri (2003 – 2005), dan menjadi guru sejak 2005.

Sedang secara berurutan, riwayat pendidikan sosok guru yang produktif menulis ini, dimulai dari SD Negeri 1 Banioro (1985 – 1991), SMP Negeri 1 Sadang (1991 – 1994), SMK Negeri 1 Kebumen (1995 – 1998), Fakultas Tarbiyah IAIN Walisongo Semarang (1998 – 2003) dan jenjang S-2 dijalaninya di Program Pascasarjana UIN Alauddin Makassar (2007 – 2009). (ros, luh, mail/ adb, gie, rid)

Comments