Akademisi Tidak Kenal Salawatan Berarti Ketinggalan Zaman

0
577
INISNU Bersalawat dalam rangka dies Natalis ke 53 INIsNU Temanggung

TEMANGGUNG, Suaranahdliyin.com – Mahasiswa dan dosen yang tidak kenal salawatan berarti ketinggalan zaman. Karenanya, akademisi wajib meneliti dan mengamalkan salawatan.

Demikian yang disampaikan Rektor Institut Islam Nahdlatul Ulama (INISNU) Temanggung Dr. H. Muh. Baehaqi dalam INISNU Bersalawat, Sabtu (11/3/2023).

“Semua dosen wajib tahu selawatan. Ya tahu sejarah, dalil, macam-macam dan mengamalkannya,” tegasnya dalam acara rangkaian Dies Natalis INISNU ke-53 itu, dihadiri Habib Nizar Mahribi bin Abdul Qodir Abdullah Basyaiban dan Kiai Musthofa Chavin dari Ahbaabul Musthofa Magelang, serta ratusan peserta dari mahasiswa, dosen, pelajar se Temanggung, Magelang dan Kabupaten Semarang tersebut.

Lebih lanjut, Muh. Baehaqi mengutarakan tradisi salawatan beragam jenisnya yang dibaca. antara lain  salawat Nariyah, Selawat Fatih, Selawat Munjiyat, Selawat Badar, Selawat Jibril, Selawat Nuraniyah, dan macam-macam dengan faidah dan keberkahannya yang beragam.

“Banyak masalah teratasi dengan selawat. Maka salawat perlu dikaji, diteliti dan diamalkan,”tandanya lagi.

Rektor juga menguraikan alasan perlunya bersalawat. Diutarakan, karena hanya Nabi Muhammad SAW yang bisa memberikan syafaat besuk di hari akhir.

“Jika berselawat kepada Nabi Muhammad tidak mau, la kok minta syafaat?”ujarnya

“Selawatan itu ibadah fleksibel. Punya wudlu lebih bagus, tidak wudhu tidak masalah,”lanjut Moh Baehaqi.

Sementara dalam tausiyahnya, Habib Nizar Mahribi bin Abdul Qodir Abdullah Basyaiban mengatakan bahwa sampai detik ini masih ada kelompok yang membid’ahkan tradisi salawatan. “Padahal jelas-jelas Allah dan malaikat saja berselawat kepada Baginda Rasulullah Muhammad Saw. Maka kita sebagai umat Rasullullah sangat lucu ketika tidak mau berselawat,” tegasnya.

Pihaknya juga mengajak seluruh mahasiswa dan masyarakat untuk melestarikan tradisi selawat karena sebagai bukti cinta kepada Allah, Rasulullah dan juga kedua orang tua.

Dalam kegiatan INISNU Bersholawat tersebut hadir pula Warek I Hamidulloh Ibda, Warek II Khamim Saifuddin, Warek III Moh. Syafi’, perwakilan BPP INISNU dan ratusan peserta.

Dalam rangkaian Dies Natalis tersebut, dilaksanakan pula webinar internasional, ziarah ke pendiri, bazar UMKM, lomba e-sports game mobile legend, Fun Game, pengukuhan dan reuni akbar IKA INISNU, dan diakhiri dengan sidang senat Dies Natalis INISNU Temanggung pada Senin mendatang. (Ibd/adb) 

Comments