STAINU Temanggung Gelar Pembinaan Perawatan Jenazah

0
71
Pelatihan perawatan jenasah yang diadakan Tim Pengabdian STAINU Temanggung

TEMANGGUNG,Suaranahdliyin.com  – Tim Pengabdian Masyarakat Sekolah Tinggi Agama Islaam Nahdlatul Ulama (STAINU) Temanggung melaksanakan Program Pembinaan Keahlian Perawatan Jenazah di Kecamatan Tembarak, Kabupaten Temanggung, (12-13/8/2019). Pelatihan Perawatan Jenazah yang memanfaatkan Hibah Dana Bantuan Pengabdian Diktis Kemenag RI ini berlangsung di SMA Islam Sudirman Tembarak Kabupaten Temanggung dan diikuti sekitar 100 peserta perwakilan dari masing-masing desa yang ada di wilayah Tembarak Temanggung.

Ketua tim pengabdian, Hidayatun Ulfa, M.A. menyampaikan pelatihan ini merupakan program peningkatan keahlian bagi para perawat jenazah (mujahiz/ah) melalui teori dan praktik perawatan  jenazah.  Harapannya, agar setiap dusun di Tembarak Kabupaten Temanggung mempunyai standardisasi dalam merawat jenazah.

“Selain itu, budaya di pedesaan ketika merawat jenazah khususnya memandikan dan mengkafani jenazah sering main regudugan. Dan yang paling memprihatinkan lagi, kurang adanya koordinasi yang baik ketika memandikan dan mengakafani jenazah, terlebih lagi bagi ibu-ibu. Masih sering dijumpai adanya perbedaan pendapat ketika sudah dihadapkan langsung dengan jenazah sehingga ketika memandikan jenazah, misalnya, masih ada argumen ini begini dan ini begitu. Hal tersebut justru mengurangi khidmat dan fokus para mujahiz/ah dalam merawat jenazah,”katanya.

Nara sumber dari seksi Bimas Islam Kemenag Kabupaten Temanggung, Muhamad Yusuf, S.H menekankan bahwa dalam merawat jenazah khusunya memandikan dan mengkafani jenazah seyogyanya dilakukan oleh anggota keluarga jenazah dan orang yang diberi wasiat oleh almarhum/ah semasa hidupnya.

“Saya berharap dengan adanya pelatihan ini, hiroh panjenengan semua untuk merawat jenazah keluarga sendiri semakin kuat. Sebagai keluarga, pasti mampu menjaga “amanah” dalam menjaga rahasia yang ada pada jenazah,” kata dia.

Pada hari pertama, Yusuf menyampaikan materi tentang perawatan jenazah mulai dari memandikan, mengafani, menyolati,  dan menguburkan jenazah. Para peserta sangat antusias dalam sesi tanya jawab terkait hal-hal yang menjadi budaya lokal daerah, misalnya penggunaan bunga di keranda atau sebagai taburan, mblusuki jenazah, menyiramkan air dengan bambu di atas tanah kubur, dan masih banyak hal yang menarik untuk dikaji lebih lanjut.

Adapun hari berikutnya, materi tentang praktik perawatan jenazah. Praktik tersebut dipimpin langsung oleh H. Minanurohman, M.Ag., Seksi Bimas Islam Kemenag Kabupaten Temanggung. Praktik yang dilakukan adalah praktik memandikan dan mengkafani jenazah. Dua praktik tersebut membutuhkan waktu yang cukup banyak, mengingat praktik tersebut membutuhkan keahlian dan ketelitian khusus.

Kegiatan tersebut menghasilkan sebuah produk berupa video  tutorial perawatan dan pemulasaran jenazah sederhana. Dengan video tersebut diharapkan mampu menjadi acuan sederhana dalam perawatan dan pemulasaran jenazah. (HI/adb)

Comments