PGMI STAINU Temanggung Gelar Scouting Skills

0
830
Mahasiswa peserta Scouting Skills foto bersama usai acara

TEMANGGUNG, Suaranahdliyin.com – Mahasiswa Semester V PGMI STAINU Temanggung mengikuti scouting skills, sebagai rangkaian akhir tugas mata kuliah kepramukaaan. Para narasumber yang didaulat memotivasi dan menyampaikan materi, terdiri atas Wakil ketua I Bidang akademik dan Kemahasiswaan STAINU Temanggung, Jajaran Dosen Prodi PGMI STAINU Temanggung, Wahyu Egi Waidayat, Wahyu Ratnasari dari Kwarcab Temanggung, dan Ahmad Syarifudin dari MI Mojotengah, Kedu.

M. Fadlloli Al Hakim M.Or, dosen mata kuliah kepramukaan, menyampaikan, terdapat perubahan rencana kegiatan yang semula akan dilaksakan Kursus Mahir Dasar (KMD), kemudian menjadi kegiatan scouting skills.

“Lantaran kondisinya belum memungkinkan, KMD kita ganti dengan scouting skills. Ini tidak mengurangi esensi utama dari mata kuliah kepramukaan, yaitu agar mahasiswa memiliki bekal pengetahuan dan keterampilan kepramukaan,” terangnya dalam acara yang digelar di Gedung Tarbiyah STAINU Temanggung itu, Kamis (28/1/2021).

Andrian Gandi W, mengapresiasi para pihak yang mendukung terselanggaranya scouting skills itu, sembari menyampaikan sejarah gerakan Pramuka di Indonesia. ”Pramuka di Indonesia erat kaitannya dengan Sri Sultan Hamengkubuwono IX. Sultan mengawal Gerakan Pramuka pada 9 Maret 1961, saat Presiden Sukarno membentuk panitia Pembentukan Anggaran Dasar Gerakan Pramuka. Dan 14 Agustus 1961, diperingati sebagai Hari Pramuka,” katanya.

Sri Sultan Hamengkubuwono IX pun dianugerahi gelar Bapak Pramuka Indonesia. “Selama menjalankan kepemimpinan, Sri Sultan Hamengkubuwono IX menjalankan amanahnya dengan mengintegrasikan logika berpikir, kecerdasan, sikap profesional, serta spiritualitas,” paparnya diamini Effi Wahyuningsih M.Pd.

Wakil Ketua I STAINU Temanggung, Hamidulloh ibda M.Pd., menyampaikan pentingnya mengimplementasikan Gerakan Pramuka Dasa Darma Pramuka. “Pertama, takwa terhadap Tuhan yang Maha Esa. Puncak Dasa Darma Pramuka yang diawali dengan takwa sampai finalnya, terdapat korelasi antara iman, ilmu dan amal.

“Perubahan besar itu dimulai dari perubahan cara berpikir. Maka minimal kegiatan ini mampu membuka cakrawala kepramukaan mahasiswa, sehingga memiliki bekal pengetahuan dan keterampilan kepramukaan yang dapat diimplementasiian saat mereka menjadi pendidik di MI/ SD maupun lainnya,” katanya. (rls/ adb, ros, rid)

Comments