Aksi Peduli Covid-19
Alumni Psikologi UMK Bagikan Sembako

0
1567
PEDULI : Tukang becak yang terkena imbas dari penutupannya wisata religi Menara dan Sunan Kudus menerima bantuan sembako dari alumni Psikologi UMK.

KUDUS, suaranahdliyin.com – Setelah organisasi kesehatan dunia (WHO) menyatakan pada Rabu (11/3/2020) lalu bahwa Covid-19 sebagai pandemi, yang berarti wabah itu menyebar luas ke seluruh dunia termasuk Indonesia, telah memberikan dampak di lini ekonomi masyarakat.

Dampak ekonomi akibat wabah Covid-19 juga mendera wilayah Kabupaten Kudus. Beberapa aktivitas masyarakat telah dibatasi oleh Pemkab Kudus dengan tujuan mengurangi penyebaran wabah Covid-19 di Kota Kretek. Salah satunya menutup wisata religi Menara Kudus.

Pembatasan aktivitas itu membuat beberapa masyarakat kehilangan pekerjaan dan menurunnya pendapatan. Namun dibalik itu, banyak juga aliansi masyarakat dan mahasiswa yang secara gotong royong membantu masyarakat terdampak.

Hal itu juga dilakukan oleh para alumni Fakultas Psikologi Universitas Muria Kudus (UMK) 2013 beserta mahasiswa psikologi yang masih aktif, Ahad (17/5/2020) dengan membagikan donasi di sejumlah titik di Kudus.

ohammad Aufal Amal, koordinator alumni Fakultas Psikologi 2013, mengatakan, ini merupakan salah satu bentuk kepedulian terhadap kondisi yang terjadi di tengah pandemi.

”Banyak masyarakat yang membutuhkan uluran tangan untuk memenuhi kebutuhan hidup. Semakin banyak yang membantu, maka akan semakin ringan beban masyarakat,” ujarnya.

Dia menambahkan, donasi yang disalurkan dalam bentuk sembako yang berjumlah 50 paket. ”Sasarannya para tukang becak di sekitaran Menara Kudus. Alasannya, mereka mengalami penuruan pendapatan setelah wisata religi Menara ditutup akibat wabah Covid-19 ini,” ungkapnya.

Hana Apriliana, alumnus lain, mengaku senang bisa berpartisipasi membantu masyarakat yang terdampak Covid – 19. Apresiasi senada juga datang dari Dekan Fakultas Psikologi UMK, Iranita Hervi. “Saya sangat bangga dengan aksi sosial para alumni ini. Kendati sudah tidak lagi menyandang status mahasiswa, namun tetap membawa nama Fakultas Psikologi,” tuturnya. (islah/ mail)

Comments