Sikap Toleran Harus Ditumbuhkan Sejak Dini

0
226
Webinar digelar oleh Prodi PIAUD STAINU Purworejo, baru – baru ini

PURWOREJO, Suaranahdliyin.com – Prodi PIAUD STAINU Purworejo menggelar webinar nasional bertajuk “Menumbuhkan Sikap Toleran Sejak Dini”, Selasa (18/8/2020) lalu.

Ada tiga tokoh yang didaulat sebagai narasumber, yakni Al Maryati Solihah M.Si (Komisi Perlindungan Anak Indonesia/ KPAI), Alissa Wahid (founder Fastrak Funschool), dan Nurjanah S.Sos.I. M.Pd. (Kaprodi PIAUD STAINU Purworejo).

Dalam sambutannya, Ketua STAINU Purworejo, Mahmud Nasir S.Fil. M.Hum mengapresiasi webinar ini, yang mengulas bagaimana menumbuhkan sikap toleran, sebagai langkah preventif untuk mengarahkan anak-anak supaya tidak terjerumus pada sikap intoleran dengan adanya keberagaman di Indonesia.

“Fenomena di Indonesia, adalah negaranya yang majemuk, heterogen, dan pluralitas baik dari suku, bahasa, dan agama yang justru mewarnai khazanah Nusantara,” katanya.

Alissa Wahid, menjelaskan, bahwa pinsip penanaman nilai-nilai toleransi dilakukan dengan memberikan batasan apa saja yang boleh dan tidak boleh, memberikan contoh berupa tindakan bukan hanya nasihat, baik melalui permainan, melalui pengulangan yang dapat memperkuat nilai, dan pengukuran.

“Para guru ketika di ruang kelas, dapat menunjukkan penerimaan semua perbedaan antar-anak, mengapresiasi perbedaan antar-anak, memujinya, mendorong keadilan saat bermain dan berbagi, kesetaraan tidak menunjukkan sikap bias antar-anak, dan respek. Sebagai orang Muslim sekaligus warga negara Indonesis, harus paham bahwa kita hidup di negara plural,” tegasnya.

Al Maryati Solihah M.Si, menjelaskan, bahwa penanaman nilai-nilai toleransi akan lebih kuat, manakala tiga sentra pendidikan yakni orang tua, sekolah, dan masyarakat saling bekerja sama dengan baik.

“Perlindungan anak dari paparan sikap intoleran, adalah dengan strategi kebudayaan kontra radikalisme dan terorisme, yakni melalui kerja sama keluarga, lembaga pendidikan, dan masyarakat,” ungkapnya.

Dikatakannya, anak harus memiliki pola asuh yang baik seperti pola asuh demokratis yang memiliki dukungan positif pada anak, kelekatan, dan anak diberi ruang untuk berpendapat. “Di sekolah, nilai-nilai karakter harus dimasukkan dalam pengembangan kurikulum, pembiasaan setiap hari, keteladanan guru, dan mengajak kerja sama dengan orang tua,” paparnya.

Nurjanah S.Sos.I. M.Pd., mengutarakan, bahwa menumbuhkan sikap toleran sejak dini, dapat dilakukan dengan memberikan penghargaan terhadap diri sendiri, penghargaan terhadap orang lain, dan penghargaan terhadap budaya.

“Sikap toleran dapat dikenalkan melalui tiga hal, yakni penghargaan terhadap diri sendiri, orang lain dan budaya. Makna toleran terhadap diri sendiri, bahwa anak harus bangga terhadap apa yang Tuhan berikan kepadanya. Penghargaan terhadap orang lain berarti mendorong anak mengahargai orang lain dengan memperlakukan orang lain sebagaimana ia ingin dihargai,” tuturnya. (nurul arifiyanti/ ibd, adb, rid, ros)

Comments