Perkuat Aswaja, PRNU Jepang Kaji Kitab Faraidus Saniyyah

0
691
Kiai Sulchan membaca kitab karya KH. Sya’roni Ahmadi.

KUDUS, Suaranahdliyin.com – Salah satu upaya untuk menguatkan pemahaman terhadap ahlussunnah wal jama’ah, Pimpinan Ranting Nahdlatul Ulama (PRNU) Jepang mengadakan kajian kitab Faraidus Saniyyah.

Kitab karya Mustasyar PBNU, KH. Sya’roni Ahmadi tersebut dibaca oleh Kiai Sulchan Alhafiz, dan dihadiri warga NU beserta Banom, yang dilangsungkan pada pertemuan rutin selapanan melengkapi Lajnah Khotmil Qur’an PRNU Jepang.

Kiai Sulchan, dalam kajian perdana yang digelar di Masjid Raudhotul Jannah, Jumat (19/7/2019) malam, menyampaikan, bahwa kitab yang dikaji berisi penjelasan mengenai amalan ahlussunnah wal jama’ah dan harus diaplikasikan oleh Nahdliyin.

‘’Semasa kecil KH. Sya’roni itu memang sudah dikenal sebagai santri yang cerdas. Bapaknya Kiai Sya’roni merupakan sosok yang mencintai para ulama. Diceritakan, sewaktu kecil Kiai Sya’roni sering diajak ayahnya untuk sowan kepada para kiai, termasuk Mbah Yasin Jekulo, dan sering mendapat berkah dari minuman sisa dari kiai, termasuk sisa minuman Mbah Yasin,” terangnya.

Kiai Sulchan, menambahkan, kecerdasan Kiai Sya’roni sejak kecil, itu dibuktikan dengan kemampuannya hafal kitab alfiyah di usia 11 tahun, dan usia 14 tahun sudah hafal al-Quran. “Semoga Mbah Sya’roni diberi kesehatan dan dapat terus membimbing kita,” ungkapnya yang kemudian mengajak yang hadir menghadiahkan fatihah untuk kiai kharismatik yang menulis Kitab Faraidus Saniyyah tersebut.

Pengurus dan warga NU Desa Jepang mengikuti Lajnah Khotmil Qur’an dan kajian Kitab Faraidus Saniyyah.

Sementara itu, Ketua PRNU Desa Jepang, Kiai Sudiyono, menyampaikan, Lajnah Khotmil Qur’an dan Ngaji Selapanan digelar, sebagai sarana silaturahmi dan anjangsana warga NU dan pengurus. ‘’Lajnah digelar dari masjid ke masjid dan musala ke musala,’’ tuturnya. (udin/ gie, ros, adb)

Comments