Nyai Hj Hanik Maftuhah Afif: Jangan Merasa Menjadi Satu-satunya yang Diberi Ujian

0
369
Nyai Hj Hanik Maftuhah Afif saat menyampaikan tausiyah

BOYOLALI, Suaranahdliyin.com – Pimpinan Anak Cabang (PAC) Muslimat NU beserta Fatayat NU Kecamatan Karanggede, Kabupaten Boyolali menggelar pengajian rutin di Desa Mojosari, Jumat Pahing (23/9/2022).

Nyai Hj Hanik Maftuhah Afif dari Temanggung, didaulat untuk menyampaikan tausiyah pada kesempatan itu. Dia menekankan pentingnya semangat dalam menjalani kehidupan. “Lebih tabah menghadapi setiap ujian. Jangan pernah merasa bahwa hanya kita satu-satunya yang diberi ujian,” tegasnya.

Dia mengemukakan, setiap orang memiliki ujiannya masing-masing dalam kehidupan. “Kita dapat menang atau tidak atas suatu ujian, tergantung usaha dan cara kita menyikapinya,” tutur Nyai Hanik menambahkan.

Dia juga berpesan agar siapa saja mesti bersyukur atas keberadaan ulama dan wali Allah, yang telah mengajarkan agar kita dapat menghadapi kehidupan serta beribadah dengan benar, sekaligus mengingatkan bagaimana supaya keyakinan kita tidak goyah dari gangguan kemegahan dunia se-isinya.

“Yang patut kita teladani dari ulama dan wali-wali Allah, adalah tentang istikamah dalam mengamalkan amal ibadah kepada Allah,” tuturnya.

Dalam pengajian yang dihadiri tak kurang dari 3000 jamaah, ketua umum Jamiyah Pengasuh Pesantren Putri dan Mubalighah (JP3M) Nusantara, itu juga mengulas tentang sebagian warga yang sedikit-sedikit bilang bid’ah.

“Apakah kiranya di sini ada yang bilang tahlilan bid’ah, yasinan bid’ah, shalawatan bid’ah, dan maulidan bid’ah?  Sedikit-sedikit dibilang bid’ah! Kalau sesuatu tidak boleh dilakukan karena di zaman Nabi tidak ada, berarti naik mobil pun bid’ah, handphone pun bid’ah termasuk internet pun bid’ah (dilarang),” ujarnya. (bani/ sis, ros, adb)

Comments