
PATI,Suaranahdliyin.con— Seorang atlet muda asal Kabupaten Pati, Nazril Ilham, sukses menorehkan prestasi membanggakan dengan menyabet Medali Emas di kelas Men’s Bantam 54 kg.dalam Pekan Olahraga Provinsi (Porprov) Jawa Tengah di Semarang belum lama ini.
Di partai puncak, remaja berusia 17 tahun itu berhasil menaklukkan petinju asal Kabupaten Boyolali. Kemenangan ini sekaligus menempatkan nama Nazril di jajaran atlet masa depan Jawa Tengah.
Namun, di balik medali emas yang melingkar di lehernya, tersimpan sejarah perjuangan yang tidak instan. Warga Dukuh Pangonan, Desa Gunungsari, Kecamatan Tlogowungu, Kabupaten Pati, ini harus melewati jalan berliku yang diwarnai tetesan keringat dan kegagalan pahit.
Langkah Nazril menjadi seorang atlet bermula saat masih berstatus sebagai siswa MA Salafiyah Lahar Tlogowungu Pati. Saat itu ia kerap mencicipi kerasnya kompetisi tingkat daerah, mulai dari ajang Popda hingga Pra Porprov. Sayangnya, pada fase-fase tersebut, keberuntungan belum berpihak kepadanya.
Alih-alih meruntuhkan nyali, rentetan kegagalan di masa sekolah justru menjadi penyemangat baginya untuk bangkit. Ia menempa diri di bawah gemblengan latihan yang ketat di wilayah Kecamatan Dukuhseti. Jadwal latihan rutin yang telah ia tekuni sejak November 2024 semakin diintensifkan, termasuk porsi latihan khusus selama 1,5 bulan menjelang bergulirnya Porprov 2026.
Peningkatan mental dan fisik itulah yang akhirnya terbayar lunas di atas ring tinju Proprov Semarang Raya.
”Waktu di MA Salafiyah Lahar dulu sering ikut lomba tapi kalah terus. Tapi itu saya jadikan motivasi biar latihan lebih keras, dan Alhamdulillah di puncak pertandingan Porprov ini diberi juara satu,” tutur Nazril, Ahad Minggu (1/11/2026).
Bagi Nazril, pencapaian tertinggi ini bukan hanya tentang medali atau catatan prestasi pribadi. Lebih dari itu, kebahagiaan terbesar yang ia rasakan adalah kesempatan untuk mempersembahkan senyum kebanggaan di wajah orang tuanya.
“Sangat senang sekali karena bisa membanggakan orang tua. Selain itu juga bisa mengharumkan nama Kabupaten Pati,” tandas dia.(ang/ada)




































