
KUDUS,Suaranahdliyin.com – Lembaga Pengembangan Pertanian Nahdlatul Ulama (LPPNU) Kudus mengukuhkan pengurus Kadang Tani Sarwo Tulus (KTST) Kudus masa khidmah 2026-2031. Pengukuhan dilakukan ketua KTST Jawa Tengah Kiai Musthofa dalam acara Ngaji Tani di Joglo Sahabat Golantepus Kudus, Ahad (4/10/2026) lalu.
Ketua LPPNU Kudus Ahmad Amin Mustafid mengatakan KTST merupakan satuan kerja LPPNU yang dibentuk atas inisiasi NU Jawa Tengah. Tugasnya menjadi fasilitator, komunikator dan motivator pertanian ala NU.
“Nama KTST hasil istikhoroh dari Rais PWNU Jawa Tengah KH. Ubaidullah Shodaqoh (mbah Ubaid),” jelasnya
Amin menambahkan KTST akan menjalankan program gerakan pertanian organik untuk membangkitkan kembali kemandirian, kejujuran, dan kearifan lokal petani dengan fokus pada pertanian sehat dan lestari serta edukasi lingkungan
“Sebelum dikukuhkan, KTST Kudus dengan ketua Bibit Subarkah sudah menggerakkan kegiatan Madrasah Kader Pertanian, demplot cabai jawa dan pelatihan pemanfaatan lahan pekarangan bersama Fatayat,” terangnya.
Sementara Kiai Musthofa menekankan pertanian yang dikembangkan Nahdlatul Ulama mengedepankan prinsip kesehatan, keadilan, ekonomi, ekologi lingkungan dan berperadaban.
“Berperadaban artinya hasil produk tani NU adalah halalan Thoyiban, melestarikan alam dan tidak meracuni,”tandasnya.
Ngaji Tani dalam rangka Hari Santri Nasional (HSN) 2026 dihadiri pula Rais PWNU Jateng Mbah Ubaid, kiai Musthofa (praktisi petani organik), kiai Mukhlisin (LPPNU Jateng), anggita DPRD Provinsi Jawa Tengah H. Akhwan Sukandar wakil ketua PCNU Kudus H. Fajar Nugroho, pengurus LPPNU Kudus dan kadet pertanian binaan LPPNU serta banom NU Kudus. (adb, yul/ros)


































