
KUDUS, Suaranahdliyin.com – Pemuda desa Demaan Kudus Sabara Hafizzudhan telah lulus kuliah Universitas Al-Azhar Kairo Mesir Dalam waktu dekat ini, ia akan diwisuda gelar kesarjanaan Syari’ah Islamiyah Universitas Al Azhar Kairo.
Saat kembali ke tanah air, putra pasangan H. Ubaidillah Andoko – Hj Evy Sofiati memiliki keinginan untuk melanjutkan berkhidmah di organisasi Nahdlatul Ulama tepatnya GP Ansor. Selama di Mesir, Sabara aktif bergabung dengan Pimpinan Cabang Istimeea (PCI) GP Ansor Mesir.
Kepada Suaranahdliyin.com, Sabara menuturkan succes story perjalanannya kuliah di Universitas al-Azhar Kairo hingga kehidupan di kota Mesir ini.
Sabara menceritskan motivasi awal kuliah di Kairo Mesir terdorong oleh gurunya MTs yang lulusan Al Azhar. Guru tadi sangat berbeda dengan kebanyakan guru lain, lebih terbuka pikirannya, pengetahuan dan pengalamannya sangat luas tak hanya soal agama saja.
“Dari situlah motivasi saya untuk melanjutkan studi ke al Azhar. Alhamdulillah motivasi saya semakin kuat semenjak lanjut ke bangku aliyah, dan disana juga bertemu dengan guru lulusan al Azhar, yang membimbing saya hingga diterima di Jurusan Syari’ah islamiyah Universitas Al Azhar pada tahun 2021.”ujar alumni MTs Negeri 1 dan MAN 2 Prambatan Kudus.
Sabara berngakat ke Mesir bulan Maret tahun 2022 Ketika di Mesir, ia merasakan kehidupan yang sangat berbeda dari Indonesia mulai dari watak masyarakatnya, kealiman ulama nya dan lain lain.
“Hal demikian membuat pikiran saya menjadi sangat terbuka, dikarenakan sistem belajar dan penyampaian masyayikh di sini sangat berbeda dari Indonesia.” imbuh dia.
Sabara mengungkapkan telah menyelesaikan pendidikan S-1 di Universitas Al azhar Kairo Mesir selama 5 tahun, 1 tahun persiapan kelas bahasa dan 4 tahun kuliahS-1.
“Terima kasih atas doa, dukungan, dan motivasi dari orang tua dan adik adik saya, serta sahabat sahabat sekalian,”ujarnya..
Setelah di Kabupaten Kudus nanti, harap Sabara, ilmu yang ia serap dari Mesir menjadi bisa bermanfaat bagi semua. Ia juga ingin membangun karir terlebih dahulu, hingga terkumpul cukup uang lanjut kuliah S-2.
Tak hanya itu, Sabara juga ingin meneruskan perjuangan berkhidmah di NU atau GP Ansor di kota kelahirannya. Karena ia sudah mempunyai bekal perjuangan saat bergabung PCINU Ansor.
“Semoga bisa menjadi modal bagi saya untuk melanjutkan perjuangan di Indonesia nanti. suatu kehormatan tersendiri bisa mengabdi pada organisasi terbesar di Indonesia, Nahdotul Ulama,”tandasnya.
Keberhaislan Sabara kuliah di Mesir tak lepas dari dukungan orang tua. Sang ayah H Andoko menegaskan tetap memberiksn dukungan penuh atas keinginan Sabara.
“Alhamdulillah, selain beasiswa kuliah juga beasiswa lainnya sehingga untuk keuangan sedikit terbantu,”tutur H. Andoko yang juga penjual Es Teh Kang Prabu. (Qomarul Adib)
































