Madrasah Kader Pertanian Batch 2, Ketua LPPNU Kudus Ingatkan Praktik Pertanian Harus Ramah Lingkungan

0
154
Pemateri LPPNU Kudus dalam Madrasah Kader Pertanian Batch 2 kemarin

KUDUS,Suaranahdliyin.com – Manusia diciptakan Allah SWT sebagai khalifah di muka bumi yang memiliki amanah untuk merawat, bukan merusak alam. Karenanya, Praktik Pertanian harus ramaj lingkungan..

Hal itu disampaikan Ketua Lembaga Pengembangan Pertanian Nahdlatul Ulama (LPPNU) Kabupaten Kudus, Ahmad Amin Mustafid dalam Madrasah Kader Pertanian (MKP) Batch 2 yang diikuti kader Fatayat NU PAC Dawe, Gebog, dan Jati, Ahad (11/1/2026), di Joglo Sahabat Achwan desa Golan Tepus Kec. Mejobo.

Ahmad Amin menegaskan praktik pertanian yang tidak ramah lingkungan seperti pembakaran lahan, penggunaan pupuk kimia sintetis, serta pestisida dan herbisida kimia berlebihan, tidak hanya merusak ekosistem tetapi juga memusnahkan makhluk ciptaan Allah SWT yang bertasbih kepada-Nya.

“Oleh karena itu, pelatihan ini harus menjadi momentum untuk meningkatkan kesadaran tentang pola hidup sehat dan pertanian yang bijak serta berkelanjutan,” tegasnya.

Ia juga menyampaikan pemahaman  orang bijak dan berilmu perihal makan. Dikatakan, makan bukan sekadar untuk bertahan hidup, melainkan ikhtiar menjaga kesehatan diri dan kelestarian alam.

“Sering kita dengar ungkapan, orang bodoh hidup untuk makan, orang pintar makan untuk hidup. Namun orang yang berilmu dan bijak memahami bahwa makan adalah ikhtiar untuk menjaga kesehatan,” ujar Ahmad Amin.

Kader Pertanian dari Fatayat NU menerima apresiasi dari H.Achwan

Ketua Fatayat NU Kudus, Hj Farida, dalam sambutannya menyampaikan apresiasi kepada seluruh peserta yang tetap bersemangat mengikuti kegiatan meski harus berangkat dan pulang di tengah hujan dan banjir.

“Semua terasa ringan karena niat kita sama, menjemput ilmu dan perjuangan. Semoga setiap langkah menjadi amal ibadah dan membawa keberkahan dunia dan akhirat,”ujarnya.

Ia juga menegaskan bahwa Fatayat NU merupakan rumah belajar dan rumah perjuangan bagi perempuan muda NU. “Madrasah Kader Pertanian bukan sekadar pelatihan, tetapi bagian dari ikhtiar nyata untuk mewujudkan kemandirian dan keberdayaan kader Fatayat NU, dimulai dari lingkungan keluarga dan pekarangan rumah,”tandas perempuan yang juga dosen UIN Sunan Kudus.

Dalam kesempatan tersebut, Wakil Ketua PCNU Kudus sekaligus anggota DPRD Jawa Tengah, H. Akhwan Sukandar, melalui LPPNU Kudus, memberikan apresiasi kepada lima peserta terbaik MKP Batch 1 untuk tiap-tiap kecamatan. Kelima peserta tersebut dinilai berhasil mempraktikkan ilmu yang diperoleh dengan menanam bibit dari LPPNU Kudus, seperti cabai Jawa, tomat, cabai, dan terong, di lahan sempit pekarangan rumah.

Kriteria penilaian meliputi tanaman yang tumbuh hidup, mampu berbuah, serta berhasil mengendalikan hama secara ramah lingkungan. Apresiasi ini diharapkan dapat memotivasi kader Fatayat NU untuk terus mengembangkan pertanian sehat dan mandiri berbasis rumah tangga.

Kegiatan MKP Batch 2 mengusung tema Pemanfaatan Limbah Rumah Tangga untuk Pembuatan Pupuk Organik Cair dan Padat. Pelatihan ini menghadirkan dua pemateri dari LPPNU Kudus, yakni K. Imam Fathon.dan Ahmad Zamris, yang memberikan materi sekaligus praktik pengolahan pupuk organik.(Yuliana/adb)

Comments